- Aktivis senior Zulkifli S Ekomei mengkritik respons reaktif pemerintah terhadap kritik BEM UGM.
- Pemerintah seharusnya mengundang Tiyo untuk berdialog daripada menyerang balik soal etika dan diksi.
- Zulkifli mendesak elite pemerintah menggunakan kritik tersebut sebagai cermin introspeksi dan evaluasi diri.
Suara.com - Sikap reaktif dari lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons kritik tajam dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, mendapat sorotan dari aktivis senior, Dokter Zulkifli S Ekomei. Ia menilai pemerintah seharusnya mengedepankan ruang dialog dan introspeksi diri, bukan justru sibuk menyerang balik pemuda tersebut terkait urusan etika.
Zulkifli menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai defensif. Menurutnya, jika Tiyo menyuarakan temuan atau kejanggalan di lapangan terkait program negara, langkah paling bijak bagi penguasa adalah mengundangnya ke meja perundingan.
"Itu yang saya kritisi, justru harusnya (Tiyo) diundang, diajak bicara, berdialog. Itulah konsep bangsa kita, bermusyawarah untuk menyampaikan mufakat," tegas Zulkifli dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Kamis (26/2/2026).
Lebih lanjut, Zulkifli juga merespons teguran dari pihak Istana yang mempermasalahkan adab dan etika Tiyo. Diketahui, Istana menyoroti penggunaan diksi "rezim yang bodoh dan inkompeten" yang dilontarkan oleh pemuda tersebut. Alih-alih menyalahkan bahasa sang pemuda, Zulkifli justru meminta para elite pemerintahan untuk menjadikan kritik tersebut sebagai cermin untuk evaluasi diri.
"Kalau saya dituduh bodoh, saya introspeksi. Apa benar saya bodoh? Kan begitu. Harus introspeksi. Sudahlah, jangan terlalu diserang ikut menyerang. Kita introspeksi, salah kita banyak kok," ungkapnya.
Secara terbuka dan ksatria, Zulkifli bahkan menyebut bahwa kaum tua saat ini adalah generasi yang gagal. Oleh karena itu, ia mengimbau para senior untuk merangkul kaum muda yang berani bersuara kritis, bukan malah memusuhinya.
"Saya kan selalu ngomong, generasi saya generasi gagal loh. Yang merusak republik ini generasi saya. Nah, sekarang ketika ada anak muda yang mengkritisi generasi saya, ya kita rangkul untuk kita ajak bicara," tambahnya.
Zulkifli berpandangan bahwa karut-marut persoalan bangsa saat ini berakar dari kesalahan sistemik di masa lalu yang mungkin tidak sepenuhnya dipahami oleh Generasi Z seperti Tiyo. Ia menyebut amandemen dasar negara hingga sistem pemilu sebagai salah satu penyebab utamanya.
"Saya yakin mereka (anak muda) nggak tahu bahwa penyebab ini semua itu ketika kita mengkhianati para pendiri negara. Ketika Pancasila dan UUD 45 diganti sehingga kita jadi seperti ini, pemilihan langsung yang membuat bangsa kita terpecah," paparnya.
Baca Juga: Pemerintah: Tarif Trump ke Produk RI Masih Berpeluang Direvisi
Sebab itu, Zulkifli mendorong para tokoh senior untuk mengambil peran membimbing kaum muda dengan cara memberikan pemahaman historis yang benar, sekaligus tetap menghargai keberanian mereka dalam menyuarakan kebenaran.
"Kita ajak bicara nih, kita kasih masukan. 'Ini loh, adik-adikku, persoalan sebenarnya terjadi'. Saya salut kalian mau menyampaikan kebenaran itu dulu. Jujur menyampaikan kebenaran itu sudah saya hargai," ujarnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Polisi Usut Pelecehan Santriwati di Pekalongan, Korban Lain Jangan Takut Melapor
-
AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz
-
Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya
-
Ribuan Pil Berbahaya Disita dari Tiga Lokasi di Tanah Abang, Tiga Pengedar Diringkus
-
Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029
-
Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat
-
Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan
-
Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia