Suara.com - Pemerintah Australia mengeluarkan imbauan kepada warganya yang berada di Irak untuk meninggalkan negara itu. Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan, warga negara Australia harus segera meninggalkan Irak karena eskalasi krisis yang semakin memanas.
Kelompok militan terus melakukan serangan dan mulai mendekati Baghdad, ibu kota Irak.
“Situasi keamanan di Irak sangat rentan dan bisa menjadi lebih parah. Karena kondisi keamanan yang tidak menentu, kami akan memberikan bantuan bagi warga negara yang masih ada di Irak,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan meminta warga negara yang ada di Irak untuk langsung melakukan kontak dengan konsulat terdekat.
Sementara itu, juru bicara kelompok milutan mengungkapkan, rencana untuk menyerang kota Baghdad sudah diputuskan oleh pemimpin kelompok Sunni.
Sebelumnya, Australia juga sudah mengurangi jumlah staf mereka yang ada di Kedutaan Besar di Baghdad. Hal yang sama juga sudah dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.
Presiden Barrack Obama hari ini bertemu dengan sejumlah penasihat keamanan nasional untuk membahas situasi terakhir di Irak. Obama berencana untuk melakukan serangan militer guna melawan kelompok militan tersebut dan menjaga keamanan di kota Baghdad. (News.com.au/AFP)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut
-
Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
-
Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026