Suara.com - Tio, bocah berusia lima tahun, tewas mengenaskan akibat terlindas truk angkutan batu bara dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan raya Jambi-Muarabulian di RT01, Kelurahan Pijoan, Kabupaten Muarojambi, Rabu (18/6/204).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain Tio, bibinya Ernawati mengalami luka berat dan saudara Tio bernama Ogi Uruto (8) mengalami luka ringan dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB itu.
Kecelakaan itu bermula ketika Ernawati, yang mengendari sepeda motor nopol BH 6048 GT, membonceng dua keponakannya Tio dan Ogi pulang membeli mainan di sebuah warung di desa setempat.
Dalam perjalanan itulah, sepeda motor yang dikendarai Ernawati yang sedang menuju Muarabulian terjatuh. Di saat bersamaan, sebuah truk bernomor polisi BH 8175 MF melintas dan melindas motor bersama ketiga orang tersebut.
Tio langsung tewas di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan, sementara Ernawati mengalami patang tangan dan kaki sebelah kiri dan dibawa ke RSUD Mataher Jambi. Beruntung Ogi Uruto hanya mengalami lecet pada hidung, telinga dan lutut bagian kanan.
Usai menabrak korbannya, sopir truk bukan berhenti malah melarikan diri dengan memacu kendaraannya ke arah Muarabulian, warga yang melihat kejadian tersebut berusaha mengejar pelaku, namun upaya warga gagal.
Warga lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Jaluko, sementara situasi di TKP sedikit memanas dan sempat terjadi penghadangan terhadap truk-truk angkutan batu bara lainnya.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Jaluko AKP Abriansyah langsung melakukan koordinasi dengan Polsek Pemayung untuk menangkap pelaku.
"Ketika mendapat laporan tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan Polsek Pemayung untuk mencegat kendaraan tersebut, usaha tersebut berhasil, pelaku dan kendaraannya berhasil diamankan Polsek Pemayung dan dari sana kami bawa ke Polsek Jaluko," kata Abriansyah.
Pengemudi truk Amren Sinaga (53) akhirnya diamankan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT