Suara.com - Memiliki payudara besar dan kencang memang menjadi impian bagi sebagaian perempuan. Namun, sebagian lainnya justru berpendapat sebaliknya.
Mereka malah merasa tidak nyaman berpayudara besar. Pasalnya, ukuran buah dada justru mengganggu aktivitas fisik mereka, termasuk berolah raga.
Demikian pula yang dirasakan petenis Romania, Simona Halep. Unggulan tiga dalam kompetisi tenis Wimbledon itu mengaku mengalami peningkatan prestasi setelah melakukan operasi pengurangan ukuran payudara, dari 34DD menjadi 34C.
Sebelum operasi, Halep merasa gerakannya lamban, reaksinya untuk bergerak cepat sangat buruk. Halep juga merasa ukuran buah dada membuatnya tidak nyaman.
Bagi Halep, operasi pengurangan ukuran yang dilakukannya pada usia 17 tahun merupakan salah satu titik tolak perjalanan kariernya.
"Beberapa tahun lalu saya melihat rangking (petenis) di internet dan (nama) saya ada di halaman ke empat. Ketika itu saya memimpikan untuk ada di halaman pertama," kata Halep.
Pascaoperasi, kariernya meroket. Kini, Halep malah lebih diunggulkan daripada Maria Sharapova, petenis cantik mantan juara Wimbledon. Sharapova, yang baru saja menjuarai Prancis Terbuka ada di rangking empat, satu tingkat di bawah Halep.
"Sekarang saya ada di sana (halaman pertama rangking). Saya ingin menikmati momen ini, namun saya ingin mengalami peningkatan dalam permainan saya dan mungkin menduduki di posisi kedua atau pertama," pungkas Halep. (Dailymail)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka