Suara.com - Sejumlah anggota organisasi militan Boko Haram berhasil ditangkap kelompok sipil JTF di belakang Universitas Maiduguri, Nigeria. Mereka memilih keluar dari hutan karena takut serangan ular dan lebah misterius.
Karena ketakutan, anggota kelompok Boko Haram keluar dari persembunyian mereka di Hutan Sambis ke daerah Borno. Seperti yang dilansir laman Vanguard, serangan hewan misterius itu telah menewaskan beberapa pemimpin mereka.
Kolo Mustapha, salah satu militan Boko haram yang berhasil dibekuk mengatakan dia bersama beberapa anggota lainnya terpaksa keluar dari hutan karena takut teror hewan buas misterius tersebut.
"Sebagian besar dari kami melarikan diri. Banyak ular dan lebah di dalam hutan. Tak ada yang bisa bertahan lebih dari 24 jam setelah digigit. Setelah menggigit, hewan itu langsung menghilang," katanya.
Mustapha percaya, hewan misterius itu adalah penjelmaan dari roh orang-orang yang mereka bunuh. "Mereka (ular dan lebah misterius) itu adalah orang yang pernah kami sakiti dan roh dari orang yang kami bunuh," katanya.
Yang bikin Mustapha jengkel, salah satu pemimpin mereka juga melarikan diri karena ketakutan. "Para pemimpin kita melarikan diri, benar-benar keterlaluan," lanjutnya.
Beberapa pemimpin Boko haram ada yang melarikan diri ke Kamerun dan sebagian lagi bersembunyi ke pelosok daerah di Nigeria. (Vanguard)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard
-
Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort
-
Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi
-
TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
-
Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan
-
Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi