Suara.com - Korban jiwa akibat insiden anjloknya kereta bawah tanah Moskow, Rusia, bertambah menjadi lima orang. Sementara itu, jumlah korban cedera mencapai 100 orang.
Para korban cedera dibawa keluar dari stasiun bawah tanah dengan tandu. Mereka yang mengalami luka parah dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan helikopter.
Seorang juru bicara Kementerian Darurat Rusia mengatakan, kecelakaan terjadi akibat lonjakan tenaga listrik yang membuat kereta berhenti secara tiba-tiba. Akibatnya, banyak gerbong yang anjlok dari rel.
"Kereta mengerem secara tiba-tiba. Lampu-lampu tiba-tiba mati dan timbul asap," kata seorang penumpang yang mengalami pendarahan pada bagian hidung kepada televisi Rossiya-24.
Menurut keterangan orang tersebut, para penumpang di gerbong pertama yang paling banyak menjadi korban.
"Kami terperangkap dan berhasil keluar hanya karena keajaiban. Saya kira ini sudah berakhir. Banyak orang yang terluka, sebagian besar yang ada di gerbong pertama karena gerbong saling bertumbukan," lanjutnya.
Kasus ini masih diselidiki. Namun, belum ada dugaan aksi sabotase dalam peristiwa ini. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah