Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai melakukan rekapitulasi suara hasil pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) secara nasional hari ini, Minggu (20/7/2014), secara bertahap.
Rekapitulasi dilakukan secara bertahap menyusul penghitungan suara ditingkat TPS, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota sampai di sejumlah besar provinsi sudah kelar.
Data yang dihimpun dari laman resmi KPU, hasil pindai formulir C1 di seluruh TPS sudah mencapai 98,09 persen yang meliputi 469.698 dari 478.828 TPS.
Sementara hasil rekapitulasi tinggal Kabupaten yang menyertakan formulir DB1, sudah berhasil dipindai sebanyak 86,32 persen, atau sekitar 429 dari 497 formulir.
Sedangkan khusus untuk tingkat provinsi juga sudah banyak data yang masuk, hanya saja belum ada persentase total suara dari 33 provinsi.
Khusus untuk rekapitulasi suara Pilpres secara nasional, KPU sudah menyiapkan tenda khusus di halaman parkir yang disulap menjadi tempat ajang nonton proses rekapitulasi yang bakal berakhir pada 22 Juli untuk mengumumkan siapa pemenangnya.
Tenda seluas sekitar 40x40 meter itu juga dilengkapi dengan layar lebar dan menyiarkan langsung situasi rapat pleno penghitungan suara tingkat nasional.
Penjagaan ketat dari kepolisian juga mulai dikerahkan hari ini, menyusul antisipasi kabar ada pengerahan massa yang bakal berkonsentrasi di Gedung KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pada 22 Juli.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes
-
Tak Hanya Yuvita! Korban Lain Taufik Hidayat Mulai Bicara di Medsos, Polda Jabar Buru Jejak Sadisnya
-
Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China
-
Kasus YTR di Bandung Ungkap Bahaya Kekerasan dalam Pacaran yang Kerap Tak Disadari
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif