Suara.com - Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon, Provinsi Banten, akan menyediakan posko kesehatan Idul Fitri 1435 Hijriah di Pelabuhan Penyeberangan Merak.
"Kami melibatkan sebanyak 20 relawan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang hendak mudik berlebaran di kampung halaman," kata Kepala Markas PMI Kota Cilegon Nurwarta, Minggu (20/7/2014).
Dia mengatakan, bahwa PMI Cilegon akan membuka posko kesehatan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang hendak mudik menggunakan penyeberangan Merak-Bakauheni, Lampung.
Para pemudik yang datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa, menuju Pelabuhan Merak untuk diseberangkan ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Bahkan, di antara pemudik banyak yang menempuh perjalanan hingga berjam-jama, seperti dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Saya kira dengan menempuh perjalanan jauh itu dipastikan banyak pemudik kelelahan dan kecapaian, terutama bagi usia lanjut," kata Nurwarta.
Menurut dia, pihaknya akan membuka posko kesehatan sejak H-5 atau lima hari sebelum Idul Fitri, saat pemudik mulai ramai sehingga diperlukan tindakan pertolongan kemanusian.
Sebab dipastikan banyak pemudik mengalami gangguan kesehatan, seperti mual, pusing, hipertensi, jantung dan lainya.
Pendirian Posko PMI itu dilengkapi peralatan medis, obat-obatan dan mobil ambulans.
"Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang hendak mudik lebaran," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!