Suara.com - Calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) tidak menutup mata bila dirinya menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) dan akan banyak partai yang bergabung dalam pemerintahannya. Menurutnya, jika memang membantu, hal itu tidak menjadi persoalan.
"Kalau untuk kebaikan negara dan bangsa mengapa tidak? Kalau membuat pemerintah menjadi berat, ya lebih baik tidak," kata Jokowi, kata Jokowi ketika datang ke salah satu media nasional di Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta, Senin (21/7/2014).
Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini mengatakan memang ada beberapa partai yang sudah merapat ke pihaknya. Katanya, timnya juga sudah melakukan pertemuan dengan beberapa partai tersebut.
"Sudah, tapi dengan saya belum. Dengan tim sudah," katanya.
Jokowi mengaku dilibatkan dalam usaha koalisi ini, namun dia hanya menunggu keputusan final dari pertemuan.
"Kalau sudah mateng pasti sampai ke saya," tuturnya.
Dia tidak menyebutkan partai yang sudah mendekat. Namun, ketika disebutkan ada sejumlah tokoh Golkar yang merapat, Jokowi tidak membantahnya. Jokowi mengatakan pendekatan sudah dilakukan sejak 9 Juli lalu.
"Kita sampaikan sejak dulu, kita terbuka dengan catatan tanpa syarat," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!