Suara.com - Longsor besar yang melanda sebuah desa di India, Rabu (30/7/2014) membuat 150 orang terperangkap. Longsor terjadi di desa Malin di distrik Pune, kota Maharashta.
“Otoritas sipil setempat mengungkapkan 42-50 rumah terkena longsor. 150 orang diperkirakan terperangkap. Kami sudah mengirim dua tim,” kata Komandan Pasukan Bencana Nasional India, Alok Avashty.
Avashty mengatakan, sulit untuk mengetahui jumlah korban kaibat bencana longsor itu karena komunikasi yang terputus. Stasiun televisi India melaporkan, lima orang tewas akibat longsor tersebut dan lima orang lainnya berhasil diselamatkan.
Sejumlah alat berat mulai dikerahkan ke lokasi untuk menyelamatkan warga desa yang terperangkap tanah longsor. 30 mobil ambulans juga sudah berada di lokasi longsor.
“Jumlah korban masih belum diketahui karena kamu bergerak sangat lambat untuk memastikan bahwa mereka yang masih terperangkap bisa diselamatkan,” kata petugas pemerintah lokal, Saurav Rao.
Salah satu anggota dewan, Dilip Walse Patil mengatakan, polisi dan tim medis kesulitan untuk berkomunikasi dengan warga yang ada di desa tersebut karena jaringan telepon yang buruk.
“Itu desa kecil dan kejadian longsor terjadi begitu cepat,” kata Dilip.
Tanah longsor merupakan hal yang sering terjadi di India selama musim hujan yang berlangsung antara Juni hingga September. Distrik Pune terletak 151 km dari kota Mumbai. Rumah sakit terdekat berjarak 15 km dari distrik tersebut. (AFP/USAToday)
Berita Terkait
-
Aktivis Pro Partai Rakyat Kecoa Mogok Makan Hampir Sebulan, BB Turun 11 Kg: Saya Masih Hidup
-
Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan
-
Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas
-
Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final
-
Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian