Suara.com - Ketua DPP Partai Demokrat Mohammad Jafar Hafsah berharap menteri-menteri yang akan ditunjuk oleh capres terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla merupakan orang yang betul-betul paham dengan tugasnya.
"Jabatan menteri itu bukan lagi jabatan untuk praktik. Jadi presidennya bekerja, kabinet juga harus bekerja, tidak lagi menteri tersebut pemanasan dulu," kata Jafar, Rabu (30/7/2014).
Terkait latar belakang calon menteri, Jafar mengatakan bisa saja menteri yang akan ditunjuk nanti berasal dari partai politik, tapi bisa juga dari kalangan profesional di luar lingkaran partai.
"Tidak bisa juga dari partai karena belum pengalaman. Menteri harus bisa mengerti suasana kebatinan dan bisa kerja sama dengan presiden dan wakil presiden," kata mantan Dirjen Kementerian Pertanian itu.
Ditambahkannya, bila menteri yang ditunjuk Jokowi-JK tidak bisa bekerja cepat atau melakukan pemanasan terlebih dulu, sebaiknya menteri tersebut mundur.
"Kalau menterinya gak bisa bekerja, hanya dijadikan bahan praktik, sebaiknya mundur saja. Karena jutaan rakyat Indonesia akan menunggu dan berharap kepada menteri-menteri yang ditunjuk," kata Jafar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol