Suara.com - Cinta sampai mati. Itulah yang dialami Don dan Maxine Simpson, pasangan suami istri asal California, Amerika Serikat (AS).
Usai dipertemukan Tuhan, hingga menikah 62 tahun, Don dan Maxine menutup lembaran cintanya dengan meninggal di hari yang sama, terpisah waktu empat jam saja.
Selama hidup, Don dan Maxine selalu bersama. Aktif dalam kelompok masyarakat, terlibat dalam klub olahraga hingga menjelajahi dunia berbarengan.
Cinta mereka pun tak goyah meski tidak dikaruniai anak. Untuk melengkapi hidupnya dengan momongan, Don dan Maxine pun memutuskan untuk mengadopsi dua anak.
Tetapi, kisah indah petualangan cinta Don dan Maxine akhirnya menemui batas pada dua pekan lalu.
Kesehatan Don menurun drastis setelah terjatuh dan mengalami patah pinggul. Adapun Maxine yang selama bertahun-tahun berjuang melawan kanker, akhirnya ambruk juga lantaran lelah menghadapi penyakit ganas tersebut.
Keduanya pun terpaksa menepi ke rumah sakit, di kamar yang bersamaan.
"Mereka selalu berpegangan tangan, meski di rumah sakit," kata cucu Don dan Maxine, Mellisa Sloan, seperti dikutip dari laman News, Senin (4/8/2014).
"Ini benar-benar indah. Melihat dan mendengarkan cerita mereka," ujarnya.
Awalnya, kata Melissa, Maxine yang terlebih dulu meninggalkan dunia. "Saya memeriksa dia melalui monitor, dan saya melihat napasnya telah berhenti. Akhirnya dokter memastikan kalau dia telah tiada," kata Mellisa.
Sekitar empat jam, lanjut Mellisa, akhirnya Don meninggal dunia, menyusul Maxine. "Saya melihatnya telah meninggal dengan tenang. Saya memeriksa monitornya dan benar dia telah tiada," ujar Mellisa.
"Kami sekeluarga sangat siap. Apalagi, keinginan kakek saya juga terpenuhi untuk meninggal berbarengan dengan istrinya," kata Mellisa.
"Kakek saya selalu memuji nenek saja. Dia selalu bilang kalau nenek sangat cantik, dan akan terus mencintainya sampai ke ujung dunia," tutupnya.
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya