Suara.com - Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua memerintahkan Asintel Kol Inf Ginting untuk menelusuri kembali kasus penembakan bocah warga sipil yang diduga dilakukan anggota TNI tahun 2013 lalu.
"Saya sudah perintahkan Asintel Kodam Cenderawasih untuk kembali menelusuri sejauh mana penanganan kasus tersebut di oditur militer," tegas Pangdam Zebua di hadapan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan di Mapolda Papua di Jayapura, Selasa (5/8/2014).
Dikatakan, pihaknya sangat menyesalkan terjadinya kasus penembakan yang menewaskan Arlince Tabuni di Tiom dan sudah memerintahkan untuk ditindak lanjuti hingga ke proses hukum.
"Memang saya tidak lagi memonitor kasus tersebut setelah ditangani penyidik pom," aku Pangdam Zebua seraya meminta Komnas HAM terus memantau kasus tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, bocah wanita berusia 12 tahun itu tewas dalam kontak senjata antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata dikampung Popume, Distrik Mukoni pada tanggal 1 Juli 2013 silam.
Korban diduga tertembak oleh satu dari empat anggota TNI dari Yon 756 Wamena.
Arlince sendiri merupakan anak seorang gembala sidang (pendeta) Yuni Tabuni yang sehari-hari bertugas di Gereja Guneri, Kab.Lanny Jaya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?
-
BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik