Suara.com - Dalam sidang lanjutan sengketa Pilpres 2014, tim hukum Prabowo-Hatta mendapat giliran pertama mengajukan saksi di hadapan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (8/8/2014).
Seorang saksi kubu Prabowo asal Surabaya, Jawa Timur, Rahmatullah Alamin sempat ‘ngotot’, dengan alasan ingin memperjuangkan suaranya dan suara temannya di pilpres 2014.
Sambil menangis di hadapan hakim, Rahmatullah menuding ada kecurangan di TPS nya. Dia juga mengklaim bersedia menjadi saksi demi memperjuangan suara teman-temannya.
"Ini saya bawa suara teman-teman di Surabaya, Yang Mulia. Ini benar, saya punya buktinya," ucap Rahmatullah sambil terisak-isak sambil menunjukkan bukti berupa dokumen.
Selain itu saksi juga mengusulkan pengusutan kecurangan di 26 TPS dan meminta pencoblosan ulang. Saksi ini juga sempat hendak diancam diusir Ketua MK Hamdan Zoelva karena terus berbicara soal sikap politik Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Hamdan langsung memotong penjelasan saksi karena dianggap sudah cukup dan meminta saksi untuk tidak memberikan penjelasannya lagi.
Namun saksi merasa belum puas dan tidak menghiraukan perintah hakim dengan melanjutkan keterangannya tanpa diminta.
"Kalau Walikotanya ngomong kaya gini terbukti kita kalah," pungkasnya
"Saya ingatkan kalau cukup, cukup! Nanti saya keluarkan saudara," tegas Hamdan.
Dalam persidangan, tim Prabowo-Hatta menghadirkan 25 orang saksi. Semua saksi yang diajukan berasal dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia