Suara.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengungkapkan kekesalannya kepada seorang saksi kubu Prabowo-Hatta dalam ruang sidang, saat bersaksi dalam perkara sengketa Pilpres 2014, Jumat (8/8/2014).
Hamdan hampir mengusir saksi yang bernama Rahmatullah Alamin dari Surabaya yang terus ‘nyerocos’ alias bercerita saat sudah diminta berhenti oleh hakim MK.
Rahmatullah sempat mengungkapkan kecurigaan keterlibatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sengaja mendukung calon nomor urut dua dan berpengaruh pada perolehan suara.
"Yang sangat menyakitkan kami, Wali Kota Surabaya menyatakan itu. Bahwa pak saya sudah tidak punya utang saya menang, ternyata betul di Surabaya menang," ucap Rahmatullah sambil menirukan pernyataan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Hamdan Zoelva langsung memotong penjelasan saksi karena dianggap sudah cukup dan meminta saksi untuk tidak memberikan penjelasanya lagi.
Namun saksi rupanya masih belum puas dan tak menghiraukan perintah hakim dengan melanjutkan keterangannya tanpa diminta.
"Kalau wali kotanya ngomong kaya gini terbukti kita kalah," pungkasnya
"Saya ingatkan kalau cukup, cukup! Nanti saya keluarkan saudara," tegas Hamdan.
Kubu Prabowo mengajukan gugatan hasil penetapan resmi KPU yang menyebutkan Jokowi sebagai pemenang kompetisi Pilpres. Prabowo menuding terjadi kecurangan secara sistematis dan massif dalam proses Pilpres.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur
-
Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko
-
Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh
-
Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor
-
Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?
-
Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas
-
Biar Tak Bolak-balik, Banggar DPR Langsung Getok Persetujuan Pagu Anggaran 7 Kemenko untuk 2027
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!