Suara.com - Pengacara Komisi Pemilihan Umum (KPU), Adnan Buyung Nasution, memperkirakan kecil kemungkinan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permintaan tim Prabowo-Hatta meminta pencoblosan ulang di seluruh TPS di 33 provinsi.
"Walaupun dibenarkan ada kecurangan kesalahan atau kelemahan, paling-paling di beberapa daerah lah. Itu mungkin wajar. Tapi kalau seluruh daerah bisa, saya (kira) mustahil itu," seru Adnan di gedung Mahkamah Konsititusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014).
Dia juga meyakini kalau hakim tidak akan mengabulkan permintaan tim Prabowo yang menggugat hasil penetapan rapat pleno KPU.
"Itu permintaan mereka, dan saya khawatir tidak akan diterima," tambah Buyung lagi.
KPU, menurut Adnan, akan mengajukan banyak saksi ahli yang akan meberikan keterangan soal hasil sengketa Pilpres 2014.
"Tadi disebutkan dari 10 provinsi (gugatan tim Prabowo-Hatta), jadi banyak sekali (saksi ahli KPU)," ujar Adnan.
Kubu Prabowo mengajukan gugatan hasil penetapan resmi KPU yang menyebutkan Jokowi sebagai pemenang kompetisi Pilpres. Prabowo menuding terjadi kecurangan secara sistematis dan masif dalam proses Pilpres.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api
-
Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya
-
Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara
-
ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti
-
Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02
-
Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru
-
Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS