Suara.com - Tiga kader Golkar yang dicopot dari struktur DPP Partai Golkar berencana menggugat Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie ke pengadilan negeri sebesar Rp1 triliun. Ketiga kader itu, yakni Nusron Wahid, Agus Gumiwang, dan Poempida Hidayatullah.
Kuasa hukum yang mereka tunjuk untuk mengurus langkah hukum ini adalah Todung Mulya Lubis.
"Kalau kita menang, uangnya tidak akan kita bawa pulang satu sen pun. Kita akan sumbangkan ke korban Lapindo, dan sisanya akan kita berikan untuk merealisasikan janji Pak ARB di Munas Riau," kata Agus Gumiwang Kartasasmita dalam jumpa pers di Restoran Sari Kuring, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2014).
Lapindo yang dimaksud Agus adalah salah satu perusahaan milik Aburizal Bakrie yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Sedangkan janji Aburizal yang dimaksudkan Agus ialah janji untuk membangun kantor DPP sebagaimana yang pernah disampaikan dalam Munas Golkar di Riau tahun 2009.
Langkah hukum ini, kata Agus, bertujuan untuk memberi pelajaran kepada elite Partai Golkar yang melakukan perbuatan melawan hukum, seperti kebohongan publik dan pencemaran nama baik.
Dalam konteks ini, kebohongan publik yang dimaksud Agus ialah pernyataan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham yang menyebutkan bahwa pemecatan terhadap tiga kader pada 24 Juni 2014 lalu sudah melalui mekanisme, seperti didahului dengan surat peringatan. Padahal, kata Agus, ketiga kader belum pernah diundang untuk klarifikasi, apalagi diberi surat peringatan.
Sedangkan kasus pencemaran nama baik yang dimaksud Agus ialah tudingan kepada tiga kader bahwa mereka melanggar kebijakan partai yang menginstruksikan kepada semua kader untuk mendukung Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.
"Kami bertiga memilih untuk mendukung pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla karena JK adalah mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar. Sedangkan baik Prabowo mau pun Hatta bukan lah kader Partai Golkar, lalu apa istimewanya kami bertiga sehingga dipecat, sementara Pak Fahmi Idris atau Bapaknya Agus tidak dipecat, padahal mereka juga dukung Jokowi-JK," Nusron menambahkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek