Suara.com - Kondisi rumah kediaman keluarga Presiden Terpilih hasil rekapitulasi KPU Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Kutai Utara Sumber Banjarsari Solo, Jawa Tengah, Kamis (21/8/2014) siang, masih sepi.
Rumah kediaman keluarga Jokowi yang berdampingan dengan rumah ibundanya, Sujiatmi, tidak ramai seperti saat menunggu pengumuman penetapan perolehan suara dalam Pemilihan Presiden dari Komisi Pemilihan Umum beberapa waktu lalu.
Rumah keluarga Jokowi itu hanya terlihat sejumlah petugas aparat keamanan menjaga di depan rumah di Jalan Kutai utara itu.
Berdasarkan pantauan di rumah kediaman keluarga Jokowi tidak terlihat ada mobil parkir baik dari pintu belakang maupun depan, tetapi sejumlah petugas dari Polri sedang berjaga-jaga di kawasan itu.
Menurut Idayati salah adik kandung Jokowi, ibunya, Sujiatmi sedang tidur di rumah, sedangkan dirinya sedang melihat siaran televisi tentang perkembangan keputusan MK.
"Saya tidak ke rumah ibu, kumpul-kumpul seperti saat penetapan perolehan suara oleh KPU. Sehingga, rumah ibu kondisi sepi, tetapi ada pihak keamanan yang menjaga rumah ibu," katanya yang letak rumahnya tidak jauh dari rumah ibunda.
Menurut dia, saat pengumuman peroleha suara dalam Pilpres banyak sanak saudaranya, kerabat hadir ke rumah ibunda, mereka melihat bersama siaran langsung di televisi dan saat itu cukup tegang.
"Rumah ibu tidak mengadakan acara apa-apa. Ibu sedang istirahat," kata Idayati.
Sementara kondisi Kota Solo dalam menunggu keputusan MK tetap aman dan kondusif. Aparat keamanan baik dari Kepolisian Resor Kota Surakarta maupun TNI tetap melakukan patroli rutin di tempat-tempat strategis. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin