Suara.com - Polemik antara Polri dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kian panas. Musabab polemik terjadi ketika anggota Kompolnas Adrianus Meliala mengatakan bahwa Bareskrim Polri merupakan 'mesin ATM berjalan' milik korps bercelana coklat tersebut.
Pernyataan itu dilontarkan Adrianus, beberapa waktu lalu, di sebuah televisi Tanah Air.
Mendengar pernyataan tersebut, Polri pun murka. Kapolri Jenderal Polisi Sutarman bahkan turut geram, dan meminta Kompolnas meminta maaf.
Ada dua syarat yang diminta Jenderal Polisi berbintang empat itu kepada Kompolnas. Pertama, Kompolnas meminta maaf secara terbuka di hadapan seluruh media di Indonesia. Utamanya, media yang digunakan Adrianus ketika melemparkan pernyataan panasnya.
Kedua, agar Kompolnas mencabut pernyataannya karena dapat menimbulkan dampak buruk di masyarakat.
Lebih lanjut, Sutarman mengatakan kalau pernyataan Adrianus melanggar undang-undang. Karena itu, bila maaf tak segera didengarnya, Sutarman tak akan segan untuk memperpanjang persoalan melalui ranah hukum.
"Kita harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," kata Sutarman.
"Kalau yang bersangkutan tidak merasa bersalah, saya akan proses melalui pengadilan. Karena negara kita adalah negara hukum," ucap Sutarman.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026