Suara.com - Polemik antara Polri dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kian panas. Musabab polemik terjadi ketika anggota Kompolnas Adrianus Meliala mengatakan bahwa Bareskrim Polri merupakan 'mesin ATM berjalan' milik korps bercelana coklat tersebut.
Pernyataan itu dilontarkan Adrianus, beberapa waktu lalu, di sebuah televisi Tanah Air.
Mendengar pernyataan tersebut, Polri pun murka. Kapolri Jenderal Polisi Sutarman bahkan turut geram, dan meminta Kompolnas meminta maaf.
Ada dua syarat yang diminta Jenderal Polisi berbintang empat itu kepada Kompolnas. Pertama, Kompolnas meminta maaf secara terbuka di hadapan seluruh media di Indonesia. Utamanya, media yang digunakan Adrianus ketika melemparkan pernyataan panasnya.
Kedua, agar Kompolnas mencabut pernyataannya karena dapat menimbulkan dampak buruk di masyarakat.
Lebih lanjut, Sutarman mengatakan kalau pernyataan Adrianus melanggar undang-undang. Karena itu, bila maaf tak segera didengarnya, Sutarman tak akan segan untuk memperpanjang persoalan melalui ranah hukum.
"Kita harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," kata Sutarman.
"Kalau yang bersangkutan tidak merasa bersalah, saya akan proses melalui pengadilan. Karena negara kita adalah negara hukum," ucap Sutarman.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
PDIP Ambil Posisi Penyeimbang, Pengamat Ingatkan Risiko Hanya Jadi Pengkritik
-
Gaji ASN Gorontalo Macet di Awal 2026, Ini Fakta-faktanya
-
Viral Ratusan Ton Bantuan Korban Banjir Bireuen Ternyata Menumpuk Rapi di Gudang BPBD!
-
Wajahnya Terekam Jelas! Begal Payudara Sasar Pelajar SMP di Jakbar, Korban Sampai Trauma
-
Dewas KPK Nyatakan Istri Tersangka Kasus K3 Bersalah, Dihukum Minta Maaf Secara Terbuka
-
Waspada! Ini 9 Daerah Rawan dan Langganan Banjir di Jakarta
-
Update Banjir Jakarta: 11 RT Masih Terendam, Ketinggian Air di Bawah 50 Cm
-
Pilkada Langsung vs Lewat DPRD: PKS Masih Kaji, Ajak Semua Pihak Bahas dengan Kepala Dingin
-
Belum Masuk Prolegnas, Komisi II DPR Sebut Wacana Pilkada Lewat DPRD Belum Dibahas
-
KUHP dan KUHAP Mulai Berlaku, Puan Maharani: Momen Bersejarah untuk Indonesia