Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengaku baru tahu dari wartawan mengenai nama Busyro Muqoddas masuk daftar panitia seleksi calon pimpinan KPK.
"Saya baru tahu dari kamu, oh iya saya baru tahu, nanti saya tanya dulu Pak Busyro. Soalnya belum ketemu, Pak Busyro ga ada di kantor karena ada tugas daerah," kata Samad di gedung BPKP, Jalan Pramuka, Jakarta, Selasa (2/9/2014).
Tapi, menurut Abraham, tidak masalah bila Busyro mendaftar dan nanti terpilih lagi menjadi pimpinan KPK. Saat ini, Busyro masih aktif sebagai Wakil Ketua KPK, tapi pada 10 Desember 2014 nanti masa jabatannya habis.
"Gak ada masalah menurut saya," kata Samad.
Sebelumnya, Busyro mengatakan alasan mendaftar lagi menjadi pimpinan KPK ialah karena permintaan dan dorongan beberapa kalangan untuk terus mengabdi di KPK dan memberantas korupsi di Indonesia.
Saat ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah membentuk panitia seleksi untuk mencari pengganti Busyro melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20 tahun 2014.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah