Suara.com - Penyelenggara program ajang pencarian bakat Akademi Fantasia 2014 Malaysia melarang para pesertanya menyanyikan lagu-lagu dari Indonesia, kecuali untuk tembang-tembang ketuhanan.
"Bukan saya mengatakan bahwa lagu jiran tidak bagus tetapi pada dasarnya lagu-lagu industri hiburan di negeri ini sudah mencukupi," kata Ketua Panitia Akademi Fantasia (AF) 2014, Datuk Hattan yang juga merupakan penyanyi senior di Malaysia.
Hattan seperti dikutip harian lokal di Kuala Lumpur, Kamis (11/9/2014) mengatakan, para peserta diberi kebebasan untuk memilih lagu dan genre yang dirasa sesuai dengan mereka, namun melarang sama sekali lagu dari Indonesia.
Konser pembuka AF 2014 digelar pada Minggu (7/9/2014). Sebanyak 12 peserta, enam lelaki dan enam perempuan, mengikuti program yang akan berlangsung selama 12 minggu ini.
Bertindak sebagai juri tetap adalah Raja Azura dan Datuk Ramli MS sementara penyanyi muda Hafiz dan Stacy bertindak selaku juri yang bertanggung jawab memberi nilai melalui aplikasi AF 2014.
Pada ajang AF 2013, penyanyi dan pencipta lagu asal Indonesia, Melly Goeslaw didapuk menjadi salah satu juri bersama penyanyi Malaysia Siti Nurhaliza dan Faizal Tahir.
Sebelumnya pada penyelenggaraan AF 2011, pentolan Republik Cinta Management (RMI) Ahmad Dhani juga menjadi juri dalam ajang tersebut. (Antara)
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI