Suara.com - Mantan Panglima TNI Agus Suhartono mengatakan poros maritim sudah terbentuk lama hanya perlu difasilitasi dengan berbagai infrastruktur yang menunjang kegiatan maritim di dalamnya.
"Poros maritim itu sudah terbentuk, dari aspek pelayaran dan perdagangan sudah dilalui kapal-kapal. Lalu sekarang poros maritim itu harus dimulai dari mana, yang harus dilihat ya kepentingan pengguna laut," kata Agus saat memberikan keterangan pers usai sarasehan bertema Membangun Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang Maju dan Mandiri di Jakarta, Jumat (12/9/2014).
Menurut dia, keamanan dan kenyamanan kapal-kapal saat melalui perairan Indonesia menjadi penting. Karenanya, perlu dibangun berbagai fasilitas untuk menciptakan rasa kenyamanan dan keamanan tersebut.
"Kalau itu tidak ada ya mereka tidak akan mau melintas," ujar dia.
Agus menyebutkan beberapa fasilitas yang perlu dibangun agar poros maritim tersebut menjadi sesuai dengan yang dicita-citakan. Penyediaan tempat sandar yang nyaman, ketersediaan air bersih, fasilitas pandu, awak kapal yang handal, pusat belanja, sistem informasi yang lengkap, hubungan manajemen handal, pelabuhan yang baik.
Posisi geografis Indonesia merupakan suatu keniscayaan bagi Indonesia menjadi negara maritim, sehingga sejatinya karakter maritim berupa kemampuan maritim, politik, ekonomi, dan militer harus ada untuk mencegah kerugian-kerugian bagi pihak lain dan harus mendatangkan keuntungan bagi Indonesia.
Deputi Tim Transisi Pemerintahan Jokowi--JK Hasto Kristianto mengatakan perlu kekuatan diplomasi untuk mewujudkan poros maritim yang didengungkan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).
Menurut dia, di tengah kompetisi memperebutkan masa depan dunia di wilayah Pasifik, suatu doktrin berupa poros maritim diperlukan dengan memanfaatkan rivalitas antara Tiongkok, Amerika Serikat, Rusia, hingga India.
"Kita harus tampil sebagai poros maritim, sehingga kita dianggap penting karena posisi stratregis. Ini yang akan diletakkan Jokowi di KTT APEC saat bertemu Obama (Presiden Amerika Serikat Barack Obama) dan petinggi dunia lainnya," ujar Hasto.
Ia mengatakan konsolidasi semua pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan poros maritim. Kekuatan pertahanan untuk melindungi potensi kelautan dari tindakan Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing harus ada, dan teknologi harus dimanfaatkan untuk membantu nelayan meningkatkan taraf hidupnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Serang Balik! dr Tifa Sebut Jokowi Tak Pernah Ngaku Lulusan UGM Sebelum Kasus Ijazah Palsu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Jaksa Minta Hakim Abaikan Keberatan Dokter Tifa, Ini Alasannya
-
Roy Suryo Gugat Pasal Peretasan di Praperadilan, Tim Hukum Uji Bukti Lewat Komputer Pengadilan
-
Bawa Empat Saksi dan Satu Ahli, Kuasa Hukum Uji Keabsahan Status Tersangka Roy Suryo
-
Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi