- Rusia desak Amerika Serikat dan Israel hentikan agresi militer terhadap Iran.
- Vassily Nebenzia sebut serangan AS-Israel melanggar Piagam PBB dan hukum internasional.
- Moskow siap fasilitasi solusi diplomatik demi redam krisis keamanan di Iran.
Suara.com - Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vassily Nebenzia, menuntut Amerika Serikat dan Israel untuk segera menghentikan tindakan agresif mereka terhadap Iran. Dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, Nebenzia memperingatkan bahwa agresi tersebut telah memicu eskalasi di kawasan yang berisiko meluas melampaui perbatasan negara tersebut.
Sebagaimana dilaporkan Ria Novosti dari Markas PBB, New York, Minggu (1/3/2026), Nebenzia menilai tindakan militer AS dan Israel sebagai “aksi agresi bersenjata tanpa provokasi” yang secara nyata melanggar Piagam PBB serta hukum internasional. Menurutnya, serangan ini berpotensi menimbulkan bencana kemanusiaan dan ekonomi yang sangat serius bagi seluruh kawasan Timur Tengah.
Nebenzia juga menggarisbawahi bahwa eskalasi di sekitar wilayah Iran mengancam keamanan nuklir dan radiologis. Ia menyatakan harapannya agar Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, turut mengecam serangan tersebut.
Lebih lanjut, Nebenzia menegaskan bahwa Moskow siap berkontribusi dalam mencari solusi diplomatik guna mengakhiri krisis di Iran.
“Kami menekankan pentingnya segera melanjutkan proses penyelesaian politik dan diplomatik berdasarkan hukum internasional, prinsip saling menghormati, serta keseimbangan kepentingan. Rusia siap memberikan bantuan yang diperlukan,” tegasnya.
Selain upaya diplomasi, Nebenzia memastikan pemerintahnya telah mengambil langkah-langkah preventif untuk melindungi warga negara Rusia yang berada di wilayah terdampak.
“Negara kami mengambil semua tindakan yang diperlukan guna menjamin keselamatan warga Rusia di Republik Islam Iran,” tambahnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke berbagai target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Agresi tersebut dilaporkan mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal balasan yang menargetkan wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. (Antara/Sputnik)
Baca Juga: Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka