- Adian Napitupulu kritik keanggotaan Indonesia di Board of Peace usai agresi AS-Israel.
- Warganet kecam agresi militer Amerika Serikat ke Iran dan posisi diplomatik Prabowo.
- Eskalasi konflik Timur Tengah buat publik pertanyakan efektivitas badan perdamaian Board of Peace.
Suara.com - Eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran tengah menjadi pusat perhatian dunia. Serangan udara yang menargetkan infrastruktur militer serta situs nuklir Iran tersebut memicu kekhawatiran akan pecahnya perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini memantik perbincangan hangat di Indonesia, terutama karena Presiden Prabowo Subianto baru saja menyatakan bergabung dengan Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif perdamaian besutan Donald Trump. Namun, langkah diplomatik tersebut kini dinilai ironis menyusul agresi militer yang justru diprakarsai oleh AS.
Kritik tajam meluncur dari anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Adian Napitupulu. Melalui akun Instagram pribadinya, Adian mengunggah foto yang menampilkan Donald Trump, Benjamin Netanyahu, dan Prabowo Subianto dengan narasi yang mempertanyakan efektivitas badan perdamaian tersebut.
“Board of Peace atau Board of War?” tulis Adian dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Ia menyebut situasi di mana dua negara mitra Indonesia di dalam BoP justru melancarkan serangan militer sebagai hal yang sulit dipahami secara logika diplomatik.
Unggahan tersebut segera dibanjiri komentar dari warganet. Banyak di antaranya yang menyayangkan agresi tersebut dan mempertanyakan posisi tawar Indonesia.
“Lucu, pemimpin anggota badan perdamaian justru memulai perang,” tulis salah satu akun.
Sebagian warganet bahkan menyatakan keberatannya atas penggunaan uang pajak untuk membiayai keanggotaan Indonesia di badan yang dianggap kontradiktif dengan misinya.
“Tolong DPR minta pertanggungjawaban kepada Presiden mengapa Indonesia bergabung dengan BoP. Saya tidak rela uang pajak digunakan untuk itu,” komentar warga lainnya.
Baca Juga: Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
Sindiran juga datang terkait perubahan sikap politik Prabowo yang kini dinilai terlalu dekat dengan pihak asing. Ada pula yang secara gamblang menyatakan kekecewaan mereka melihat kepala negara berada dalam satu forum dengan pihak-pihak yang sedang melancarkan agresi.
“Saya malu Presiden RI berada satu meja dengan pihak yang melakukan penjajahan,” tegas seorang warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
-
Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
-
Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!