- Dino Patti Djalal usul penangguhan pengiriman pasukan TNI ke Gaza melalui ISF.
- Presiden Prabowo disarankan surati Donald Trump guna tegaskan sikap politik bebas aktif.
- Indonesia diminta waspada agar pasukan TNI tidak terjebak konflik AS-Israel-Iran.
Suara.com - Wacana Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil peran sebagai penengah dalam konflik Timur Tengah kembali menuai respons kritis. Alih-alih melakukan kunjungan langsung ke Teheran, Prabowo disarankan mengambil langkah diplomatik yang lebih terukur dengan menyurati Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, serta menangguhkan rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza.
Saran tersebut disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Menurutnya, langkah ini krusial mengingat eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran yang kian memanas dan berisiko meluas.
Dino berpendapat bahwa saat ini Indonesia tidak perlu memosisikan diri sebagai mediator, melainkan harus mempertegas prinsip diplomatiknya.
“Saya menganjurkan agar Presiden Prabowo mengirim surat kepada Presiden Trump untuk memberitahukan penangguhan pengiriman pasukan perdamaian Indonesia di Gaza. Langkah ini perlu dilakukan sembari mengkaji ulang situasi serius yang tengah berkembang di Timur Tengah,” ujar Dino melalui akun Instagram pribadinya, Minggu (1/3/2026).
Dino menilai pesan langsung kepada Donald Trump akan membuktikan bahwa Indonesia memiliki kemandirian sikap dan tidak mudah ditekan oleh kekuatan asing. Ia juga mengingatkan risiko besar jika TNI tetap dikirim ke Gaza dalam waktu dekat. Pasukan tersebut nantinya akan berada di bawah komando operasional AS dalam kerangka International Stabilization Force (ISF).
“Di bawah kepemimpinan Donald Trump yang sulit diprediksi dan kerap mengabaikan hukum internasional, kita harus menghindari risiko pasukan TNI terjebak dalam komplikasi konflik segitiga antara Amerika, Israel, dan Iran,” tegasnya.
Dino menekankan bahwa peran sebagai juru damai tidak realistis dalam situasi penuh ketegangan saat ini. Ia mengingatkan pemerintah agar konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta hukum internasional.
Ia bahkan menyebut serangan militer AS-Israel ke Iran bertolak belakang dengan nilai-nilai yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB tahun lalu.
Lebih lanjut, Dino mengenang sejarah diplomasi Indonesia yang menunjukkan bahwa perbedaan pendapat dengan Amerika Serikat bukanlah hal baru. Indonesia pernah mengambil sikap berseberangan dalam berbagai isu besar, seperti agresi AS ke Irak hingga persoalan hukum laut internasional.
Baca Juga: Apa Itu Gelar Ayatollah yang Disandang Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran?
“Berbeda pendapat tidak berarti bermusuhan. Bermitra dengan AS pun bukan berarti kita harus selalu tunduk atau menuruti kehendak mereka,” tambahnya.
Menurut Dino, penegasan sikap ini merupakan ujian nyata bagi konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia di tengah pusaran krisis global.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
-
Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi