Suara.com - "Kami sudah mengirimkan panggilan kedua kepada Syahbandar, namun yang bersangkutan tidak juga memenuhi panggilan tanpa ada alasan yang jelas," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Seribu Ajun Komisaris Polisi Armunanto kepada wartawan, Senin (15/9/2014).
Penjemputan paksa, kata Armunanto, merupakan prosedur penyidik.
"Rencananya kami akan mengeluarkan surat perintah membawa yang bersangkutan," katanya.
Keterangan Tony diperlukan untuk membuat terang perkara meledaknya mesin kapal KM Paus 1. Polisi sedang menyelidiki apakah ada kelalaian dalam peristiwa tersebut.
"Pemeriksaan yang bersangkutan terkait administrasi pelayaran saja," katanya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto menambahkan akan segera melakukan gelar perkara. Sebelum gelar perkara dilaksanakan, penyidik akan memeriksa Syahbandar dan petugas pengisi bahan bakar kapal.
"Tapi sebelum itu ada pemeriksaan terhadap Syahbandar dan tukang isi bensin dulu," kata Rikwanto.
Dalam gelar perkara nanti akan diputuskan siapa yang memenuhi unsur menjadi tersangka dalam kasus yang melukai puluhan penumpang kapal.
Kapal Motor Paus 1 milik Dinas Perhubungan terbakar di perairan Kepulauan Seribu. Polres Kepulauan Seribu sudah memeriksa memeriksa 11 saksi, termasuk Nahkoda Kapal Motor (KM) Paus Satu, Abdullah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
Terkini
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Diprediksi Jadi 'Matahari Baru' di Pilpres 2029, Ini Pemicunya
-
40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan
-
DPRD DKI Soroti Proyek JSDP: Galian Dibiarkan Dua Tahun, Warga Keluhkan Macet Parah
-
Khamenei Tewas Diserang AS, Menlu China Gelar Diplomasi Kilat dengan 3 Negara
-
Kesaksian Warga & Turis Saat Serangan Iran ke UEA: Ini Bukan Dubai
-
Di Balik Jerat Jual Beli Bayi: Kerentanan Ibu, Jebakan Medsos, dan Lenyapnya Hak Anak
-
Dunia Memanas: Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Wamen HAM Mugiyanto Terjebak di Qatar Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran: 3 Hari Belum Ada Kepastian
-
Telah Kantongi Hitungan Kerugian Negara, KPK Siap Hadapi Praperadilan Gus Yaqut
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta