Suara.com - Rapat Paripurna DPR RI, siang ini, sekira pukul 15.20 WIB, dilanjutkan setelah sempat diskors untuk makan siang. Rapat dilanjutkan dengan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Hingga saat ini, absen anggota yang hadir mengikuti rapat bertambah. Pagi tadi, hingga pukul 11.00 WIB, hadir dalam ruang sidang sebanyak 411 anggota DPR. Kini jumlahnya bertambah menjadi 496 orang dari 560 orang total keseluruhan anggota DPR.
"Sidang dibuka kembali dengan pembahasan RUU Pilkada," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, dalam rapat paripurna, di DPR, Jakarta, Kamis (25/9/2014).
Saat sidang dibuka, tercatat dalam absensi, Partai Demokrat hadir 129 orang dari total 148 orang, Golkar hadir 94 orang dari total 106 orang, PDI Perjuangan hadir 90 orang dari total 94 orang.
Kemudian, PKS hadir 55 orang dari total 57 orang, PAN hadir 42 orang dari total 46 orang, PPP hadir 33 orang dari total 38 orang, PKB hadir 21 orang dari total 28 orang, Gerindra hadir 22 orang dari total 26 orang, dan Hanura hadir 10 orang dari total 17 orang.
Sepanjang prosesnya, RUU Pilkada masih menyisakan beberapa poin yang belum bisa disepakati, yang utama mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah apakah langsung oleh rakyat atau dikembalikan ke DPRD. Fraksi yang di DPR pun terbelah mengenai mekanisme ini.
Persoalan ini semakin tak mendapatkan titik temu ketika Fraksi Partai Demokrat mengusulkan opsi ketiga yakni pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung dengan 10 syarat perbaikan.
Sebelum RUU Pilkada, DPR RI hari ini juga telah mengesahkan RUU Keperawatan, RUU Tenaga Kesehatan, RUU Jaminan Produk Halal, RUU Perlindungan Anak. Sedangkan, dua RUU lagi belum, yaitu RUU Pemda, dan RUU Administrasi Pemerintahan.
Selain itu, Paripurna ini juga beragendakan mendengarkan laporan Timwas DPR RI Tentang Perlindungan Tenaga Kerja, Laporan Komisi II DPR RI Tentang Rekomendasi Pembentukan Pansus Pemilu, dan Laporan Komisi I DPR RI mengenai hasil pembahasan Peraturan DPR RI tantang Timwas Intelejen Negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat