Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan dirinya tidak akan bertarung lagi dalam Pilkada sejak DPR memutuskan mekanisme pemilihan diserahkan ke DPRD.
Menurut Ahok, kepala daerah yang dipilih DPRD akan rentan untuk ditekan serta selalu mendapatkan intervensi.
"Saya nggak mau jadi budak aja, dikontrol begitu. Sekarang aja udah susah. Kita nggak dipilih DPRD saja APBD kita dihambat-hambat begitu lama,” kata Ahok kepada jurnalis, di Balaikota Jakarta, Jumat (26/9/2014).
Meski tak setuju, Ahok sendiri tidak mau mengikuti jejak Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) tentang keputusan Dewan Perwakilan Daerah (DPR) mengesahkan Undang-Undang Pilkada lewat DPRD.
"Nggak lah, saya nggak ada urusan. Itu ada asosiasi yang ngurus. Kalau Pak Ridwan Kamil kan pengurus asosiasi. Pasti akan gugat," ujar Ahok.
Ahok menambahkan, dia tidak mau ambil pusing masalah ini, dirinya menyerahkan masalah tersebut kepada Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).
Kubu pendukung Pilkada langsung kalah saat pemungutan suara dari kubu pendukung Pilkada lewat DPRD dengan perolehan suara 135-226 pada Jumat dini hari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik