Suara.com - Burqa, atau jubah yang menutup seluruh tubuh perempuan kecuali matanya, lazim digunakan oleh perempuan di negara-negara kawasan Timur Tengah.
Belakangan, sejumlah negara melarang menggunakan burqa karena berbagai alasan, tapi umumnya berkaitan dengan kecurigaan aksi terorisme.
Berikut 10 negara di dunia yang melarang perempuan mengenakan burqa:
1. Suriah
Pemerintah Suriah melarang jilbab pada bulan Juli 2010. Tindakan keras itu diperintahkan oleh pemerintah sekuler di Damaskus, di tengah kekhawatiran meningkatnya ekstremisme Islam di kalangan mahasiswa Muslim.
Tapi pada tahun 2011 Presiden Suriah Bashar Assad meringankan larangan itu khusus untuk guru.
2. Prancis
Prancis, rumah bagi sekitar lima juta Muslim, adalah negara Eropa pertama yang melarang penggunaan burqa, baik niqab yang hanya menutupi wajah dan burqa seluruh tubuh pada tahun 2011.
Prancis membuatnya ilegal bagi siapa saja untuk menutupi wajah mereka dengan apa pun yang mengaburkan identitas termasuk burqa, balaclava dan kerudung di tempat umum.
Prancis mengesahkan undang-undang pada tahun 2004 yang melarang simbol-simbol atau identitas pakaian di lembaga pendidikan.
3. Belgia
Pemerintah Belgia memperkenalkan larangan serupa pada tahun 2011, melarang cadar Islam dan pakaian apapun yang menutupi identitas seseorang di tempat umum.
Sebelum ini, burqa sudah dilarang di sejumlah daerah di Belgia. Pemerintah Belgia mengklaim menutupi wajah pakaian Muslim "tidak sesuai" dengan aturan hukum.
4. Turki
Turki sempat memberlakukan larangan penggunakan burqa dan niqab buat para perempuan yang bekerja sebagai PNS di kantor pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan
-
Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda