Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, PDI Perjuangan mendapatkan jatah tiga menteri di kabinet Jokowi-JK. Di antaranya Puan Maharani, Yasona H Laoly dan dirinya sendiri.
Ketiganya pun sudah hadir di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Minggu (26/10/2014).
"Setelah diusulkan dan setelah diumumkan punya tanggungjawab melaporkan kembali ke ketum. Maka saya izin sebagai orang partai saya harus silaturahmi. PDI Perjuangan kan hanya tiga, saya, Puan dan Laoly, untuk Pak Yoga merupakan tokoh dari Bali," kata Tjahjo.
Tjahjo diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri, Puan Maharani diangkat menjadi Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Yasona H Laoly yang diangkat menjadi Menteri Hukum dan HAM.
Sedangkan nama Puspayoga yang merupakan fungsionaris PDI Perjuangan diangkat menjadi Menteri Koperasi dan UMKM.
Dalam acara silaturahmi kali ini, Tjahjo menegaskan tidak ada arahan khusus dari Megawati.
"Nggak ada," katanya.
Ketiganya merupakan bagian dari 34 menteri yang diumumkan Presiden Jokowi sore tadi. Pengumuman ini setelah beberapa kali revisi, sebab ada sejumlah nama yang masuk dalam red notice Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Bagus Santosa)
Berita Terkait
-
Puan Maharani Kurban Sapi Limousin 1 Ton, Singgung Soal Keadilan Sosial di Idul Adha
-
200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online, Puan: Ini Bisa Melahirkan Generasi Bermental Rapuh
-
Puan Maharani Minta Prabowo Gunakan Semua Celah Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel
-
Meski 'Satu Lawan Tujuh' di Parlemen, Puan Pastikan PDIP Tetap Berani Kritik Pemerintah
-
Puan Maharani Senyum-senyum Usai Prabowo Puji dan Terima Kasih ke PDIP di Paripurna
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
Terkini
-
Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri
-
Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan
-
Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi Mei 2026, Minta Daerah Waspadai Kenaikan Minyak Goreng
-
Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan
-
Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!
-
Kritik Pengamanan Demo BEM UI, Megawati: Panggil Polisi Sini, Mau Tangkap Saya? Ayo!
-
Ricuh di DPR, Polisi Angkut Demonstran Cipayung Menggugat ke Dalam Gedung
-
Mendagri Minta Pemda Gelar Nobar Piala Dunia untuk Dongkrak Perputaran Ekonomi Daerah
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani