Suara.com - DPR akan kaji dua nama yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencari pengganti Pimpinan KPK Busyro Muqodas yang habis masa jabatannya pada 10 Desember mendatang.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, ajuan ini nantinya akan dibahas di Komisi III DPR. Untuk saat ini, muncul dua opsi untuk pembahasannya.
"Untuk sementara ada dua pendapat, kita terima dan pilih sekarang, karena ini hanya satu. Ada yang berpendapat nanti saja tahun depan, kan jadwalnya taun depan, sekalian, supaya jangan tercecer," kata Fadli di DPR, Jakarta, Senin (3/11/2014).
Menurutnya pribadi, ada baiknya pemilihan dirangkap pada tahun depan. Supaya, tidak kerja dua kali. Sebab, pada tahun depan, empat pimpinan KPK juga habis masa jabatannya. Konsekuensinya, satu jabatan pimpinan menjadi kosong.
"Kan tidak ganggu kinerja juga, tidak masalah. Lebih baik tahun depan sekalian, jadi tidak dua kali," tuturnya.
Perlu diketahui, KPK sendiri sudah menyerahkan dua nama untuk menggantikan masa jabatan Busyro. Kedua nama itu dilakukan supaya dilakukan uji kelayakan dan kepatutan. Mereka adalah, Busyro Muqodas sendiri, serta analis hubungan internasional dan kebijakan sekretariat kabinet (Seskab) Robby Arya Barata.
Tag
Berita Terkait
-
Ada Info soal Jual Beli Titik SPPG, KSP Bakal Lakukan Sidak Cegah Potensi Korupsi di Program MBG
-
Soal Calon Pimpinan KPK: MK Putuskan Tak Perlu Mundur dari Jabatan
-
Saut Situmorang: OTT Bea Cukai Tak Mengejutkan, Tanpa Reformasi Sistem Hasilnya Akan Stagnan
-
Didakwa Korupsi, Noel Malah Ngaku Ingin Jadi Pimpinan atau Jubir KPK
-
Menteri Haji dan Umrah Serahkan 200 Nama Calon Pejabat ke KPK, Ada Apa?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK