- Thony Saut Situmorang menyatakan publik tidak terkejut dengan OTT KPK di Bea Cukai pada 4 Februari yang menetapkan enam tersangka.
- Sektor kepabeanan dianggap rawan penyimpangan terkait impor dan ekspor, dengan indikasi setoran bulanan mencapai Rp7 miliar.
- Saut menekankan perlunya perbaikan sistemik dan penguatan KPK untuk menjangkau aktor berkuasa, bukan hanya kebijakan populis.
Suara.com - Mantan Pimpinan KPK periode 2015–2019, Thony Saut Situmorang, menilai publik tidak terkejut dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan pada 4 Februari lalu.
Dalam perbincangan bersama Margi Syarif di kanal YouTube Forum Keadilan TV yang diunggah Kamis (12/2/2026), Saut menyebut sektor kepabeanan memang sejak lama rawan penyimpangan, terutama terkait arus barang masuk dan keluar serta permainan kode HS (Harmonized System).
“Jadi kalau Mas Margi tanya terkejut nggak, yang kaget tuh nggak ada. Saya pikir se-Indonesia nggak ada yang kaget nih, kecuali nggak ngikutin perkembangan Indonesia,” ujar Saut, dikutip Kamis (12/2/2026).
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 17 orang, 12 di antaranya pegawai Bea Cukai. Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai bernama Rizal.
Kasus ini juga mengungkap dugaan setoran bulanan mencapai Rp7 miliar, serta keberadaan safe house untuk menyimpan uang tunai, mata uang asing, logam mulia, hingga jam tangan mewah.
Menurut Saut, persoalan di sektor bea cukai dan pajak selalu berkutat pada celah pengawasan barang impor dan ekspor.
“Persoalan di custom ini, di Cukai, di Pajak ini kan barang masuk dan barang keluar,” ucapnya.
Ia menambahkan, istilah safe house dan teknik intelijen bukan hal baru di lingkungan tersebut. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah kemampuan itu digunakan untuk kepentingan negara atau justru sebaliknya.
Sinyal Keras yang Tak Berlanjut
Baca Juga: Kecewanya Ketua MA Sunarto Pimpinan PN Depok Kena OTT KPK, Padahal Tunjangan Hakim Baru Naik
Saut mengungkapkan bahwa saat masih menjabat di KPK, lembaganya pernah mengirim “strong signal” kepada sejumlah pimpinan institusi negara terkait potensi kebocoran di pelabuhan dan bea cukai.
Pertemuan itu dihadiri Panglima TNI saat itu Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Jaksa Agung HM Prasetyo.
Menurutnya, tanpa komitmen berkelanjutan dari pimpinan tertinggi, pembenahan sistem tidak akan berjalan efektif.
“Kalau strong signal-nya dari atas berhenti, pasti berhenti sampai ke bawah,” ujarnya.
Ia menilai penindakan semata tidak cukup jika tidak diiringi perbaikan sistemik. Padahal, kata dia, data dan laporan masyarakat terkait dugaan praktik korupsi di sektor tersebut sangat melimpah.
“Jadi sebenarnya ya kita tinggal nembak di kebun binatang aja, binatang mana yang mau ditembak-tembakin kan gitu,” jelas Saut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya