Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dijadwalkan menjadi saksi pernikahan pebalap putri nasional, Alexandra Asmasoebrata dengan Diaz Muchdi, di rumah orang tua Alexandra di Jalan Denpasar 3 Nomor 14, Jakarta, pada Sabtu (29/11/2014) pekan depan.
Kepastian Menpora bisa menjadi saksi pernikahan itu disampaikan oleh orang tua sang pebalap yang akrab dipanggil Andra, yakni Alex Asmasoebrata. Alex sendiri bertemu dengan orang nomor satu di Kemenpora itu pada Rabu (19/11).
"Pak Menteri akan menjadi saksi dari pihak kami," kata Alex Asmasoebrata, usai bertemu Menpora.
Andra sebelumnya dikenal sebagai pebalap putri Indonesia yang pernah turun di Asian Formula Renault di Cina. Beberapa predikat juara, baik di dalam dan luar negeri, pernah disandang Andra, meski saat ini aktivitasnya tidak sepadat dulu.
Saat turun di sebuah balapan, Andra yang memulai karier dari ajang gokart pada tahun 2009, kerap kali menjadi satu-satunya peserta perempuan. Meski demikian, sosok yang belakangan juga kerap menjadi bintang iklan ini mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan mengungguli sejumlah pebalap pria.
Saat ditanya apakah Andra akan mengakhiri karier balapnya setelah menikah, Alex yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap anak perempuannya itu tidak mau menjelaskan secara detail.
"Sebentar lagi 'BPKB'-nya akan saya serahkan ke pemilik baru (suaminya). Jadi, terserah bagaimana kelanjutannya," ungkap mantan pebalap nasional itu pula sembari tersenyum. [Antara]
Berita Terkait
-
WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Kejutkan Media! Tom Holland Isyaratkan Sudah Menikah dengan Zendaya
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT