Suara.com - Beberapa waktu yang lalu, publik dihebohkan oleh aksi merokok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti usai dilantik di Istana Kepresidenan. Hari ini, Kamis (27/11/2014), ada aksi menarik lagi yang ditunjukkan oleh senator asal Provinsi Bali, Shri I.G.N Arya Wedakarna M Wedasteraputra S.
Ketika datang ke KPK untuk melaporkan harta, Arya terlihat mengenakan anting di telinga bagian kanan.
Arya yang menduduki jabatan sebagai President The Sukarno Center itu terlihat santai saja dengan penampilannya.
Ketika diwawancara, lelaki berusia 33 tahun itu mengakui DPD sekarang mengalami kemunduran dan kepercayaan publik kepada lembaga berkurang.
"Ya saya berharap, DPD ke depan bisa terus berprestasi tidak seperti kamar sebelah," kata lelaki yang sudah bergelar doktor itu.
Ia juga berharap langkahnya melaporkan harta akan diikuti oleh rekan-rekannya di DPD. Laporan harta kekayaan, kata dia, merupakan bentuk kerja sama dengan KPK dalam memberantas korupsi.
"Ya mudah-mudahan teman-teman DPD yang lain juga menyusul, begitu juga dengan ketua DPD," kata dia.
Sejauh ini, baru 131 anggota DPD yang bersedia melaporkan harta kekayaan. Ketika ditanya jumlah harta, Arya mengakui jumlah hartanya mencapai Rp14 miliar lebih.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!