Suara.com - Korea Selatan pada Jumat (5/12/2014) waktu setempat mengirimkan satu tim penyelamat untuk bergabung dalam operasi pencarian para awak kapal pukat yang tenggelam di lepas pantai timur Rusia.
Kapal yang tenggelam yaitu kapal Oryong 501 berbobot 1.753 ton milik Saio Industries dengan 60 awak tenggelam di bagian barat Laut Bering, Senin lalu.
Pada Jumat, tim penyelamat Rusia menemukan tujuh mayat dari perairan dekat lokasi kecelakaan sehingga jumlah korban tewas menjadi 27. Sebanyak 26 pelaut masih hilang.
Tujuh awak - satu Rusia, lima orang Indonesia dan satu Filipina - telah diselamatkan, dengan satu pelaut Korea Selatan meninggal tak lama setelah diangkat dari laut.
Kementerian Keamanan Publik Korea Selatan mengatakan telah mengirim satu kapal patroli dan helikopter dengan 74 penyelamat dan peneliti untuk bergabung dengan operasi pencarian dan menentukan penyebab kecelakaan.
Kementerian tidak bisa mengatakan kapan mereka akan tiba di tempat kejadian.
Saat ini, delapan kapal Rusia, sebuah kapal penjaga Pantai AS, dan satu helikopter Rusia sedang mencari mereka yang hilang. (AFP/Asiaone)
Tag
Berita Terkait
-
Lucinta Luna Balik Jadi Perempuan saat ke Korea, Tampil Maskulin Cuma Prank?
-
Lucinta Luna Klaim Sudah Dilirik Brand dan PH Korea, Cuma Ngaku-Ngaku?
-
Redam Ketegangan, Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Penyesalan kepada Korea Utara
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek
-
Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun
-
Bukan Cuma AI, Petugas Dishub Jaksel Diduga Curangi Laporan JAKI Pakai Modus 'Timestamp'
-
Kuasa Hukum Ungkap Kunjungan Gibran Saat Jenguk Andrie Yunus: Mendadak dan Tak Ada Komunikasi
-
Oposisi Israel Ngamuk! Sebut Netanyahu Gagal Total Usai Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran
-
Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland
-
Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia
-
Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman
-
Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia