Suara.com - Bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan tertutup pada Senin 8 Desember 2014 lalu. Dalam pertemuan ini, SBY mengaku Jokowi mempertanyakan terkait isu Perppu Pilkada langsung.
SBY saat mengisi kuliah umum di Kampus UIN Syarief Hiyatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (10/12/2014), menyatakan kalau sikap dari partainya pasti mendukung Perppu itu.
“Saya sampaikan, Pak Jokowi, tentu sebagai presiden yang menerbitkan Perppu pilkada langsung itu, wajib hukumnya bagi saya untuk ikut memperjuangkan agar DPR RI bisa menerima, mengesankan Perppu itu menjadi undang-undang. Sikap saya jelas, tegas dan terang," kata SBY.
SBY menerangkan, dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan sepakat dengan pandangannya. Presiden Jokowi, kata SBY, juga memperjuangkan Pilkada langsung.
"Pak Jokowi merespon, segaris dengan keinginan beliau, juhga akan bersama-sama memperjuangkan berhasilnya Perppu pilkada langsung itu. Boleh dikata sekali lagi, kami segaris, sejalan, dan bersatu untuk menggolkan Perppu itu," tegasnya.
Selain Perppu, pertemuan SBY ini juga untuk mengundang Presiden Jokowi untuk menghadiri acaranya pada pertengahan 2013. Presiden Jokowi pun, kata SBY, sudah menyatakan kesiapaanya untuk hadir.
"Pertemuan saya dengan Pak Jokowi, sebenernya adalah berkaitan dengan rencana pertemuan puncak GGGI, yang saya pimpinanya, yang Insya Allah dilaksanakan 23 Juli tahun depan. Saya undang beliau sebagai presiden. Itu acara yang penting dan menjadi perhatian dunia. Beliau bersedia hadir. Itu lah sebenarnya hajat saya menemui beliau," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek