Suara.com - Majalah TIME menobatkan para petugas kesehatan di Afrika Barat yang berjuang untuk melawan virus Ebola sebagai Person of the Year pada 2014. Dokter, perawat dan staf lainnya yang memperlihatkan keberanian dibeberkan satu per satu oleh majalah tersebut.
“Semua warga di dunia bisa tidur dengan nyenyak di malam hari karena sekelompok laki-laki dan perempuan yang bersedia untuk berjuang,” kata Nancy Gibbs, editor majalah TIME.
Posisi kedua untuk Person of the Year adalah para pengunjuk rasa di Ferguson, kota yang sempat dilanda kerusuhan rasial setelah polisi menembak mati warga kulit hitam yang tidak bersenjata.
Sedangkan Person of the Year 2014 yang berada di posisi tiga adalah Presiden Rusia Vladimir Putin dan diikuti pendiri Alibaba, Jack Ma.
Hampir 6.331 orang tewas akibat virus Ebola di Afrika Barat. Sebagian besar berasal dari Sierra Leone, Liberia dan Guinea. Ada 349 petugas kesehatan yang meninggal karena terinfeksi virus itu saat merawat pasien dengan Ebola.
“Kami senang atas pengakuan ini tetapi akan lebih senang ketika pusat perawatan Ebola berhasil ditutup dan krisis dinyatakan berakhir,” kata Henry Gray dari Doctor without Borders. (BBC)
Berita Terkait
-
KPop Demon Hunters Jadi Breakthrough of the Year 2025 Versi Majalah TIME
-
6 Virus Paling Mematikan di Dunia, Mulai dari Ebola hingga Hantavirus
-
Berusia 100 Tahun, Majalah Time Bakal Hapus Sistem Berbayar Mulai 1 Juni
-
Berusia 100 Tahun, Majalah TIME Hapus Sistem Berbayar Mulai 1 Juni
-
5 Virus Mematikan di Dunia yang Perlu Kamu Tahu, Salah Satunya Marburg!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?
-
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
-
Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
-
Dinilai Lebih Hemat, Bisakah Energi Surya Gantikan PLTD dan Kurangi Impor BBM?
-
Hilang 2 Hari, Mobil Boks Curian Tiba-Tiba Muncul Terparkir di Jalan S Parman
-
Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
-
Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu
-
KPI Dorong Perempuan Jadi Pengawas Kebijakan Publik, Bukan Sekadar Partisipan
-
Skandal 'Foto Palsu' di Laporan JAKI Terbongkar, Dishub Jaksel Janji Evaluasi Integritas Jajaran
-
Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin