Suara.com - Sekretaris Jenderal Presidium Dewan Papua Thaha Alhamid berpendapat bahwa Natal adalah saat yang tepat bagi Presiden Joko Widodo untuk membicarakan penyelesaian masalah Papua dengan damai.
"Presiden Jokowi jangan hanya meresmikan pasar, hadiri Natal atau lainnya. Ada masalah di Papua sejak 1961 hingga sekarang yang butuh penyelesaian," kata kata Thaha Alhamid di Kota Jayapura, Papua, Jumat (12/12/2014), menanggapi rencana kedatangan Presiden Jokowi untuk menghadiri Perayaan Natal Nasional 2014 di Papua.
Thaha mengatakan, pada Agustus lalu, di hadapan Ketua Sinode GKI Tanah Papua dan sejumlah pejabat serta orang dekatnya, Jokowi yang masih berstatus presiden terpilih mengeluarkan pernyataan yang sangat menyegarkan dan memberikan harapan bagi orang Papua.
"Satu pernyataan yang bikin saya kaget dari Pak Jokowi, yaitu dia sampaikan bahwa sebagian besar masalah Papua disebabkan karena cara pandang orang Jakarta (pemerintah pusat)," kata Thaha Alhamid.
"Ini pernyataan yang menarik. Disampaikan oleh seorang presiden terpilih. Kalau tidak percaya konfirmasi ke Ketua Sinode GKI Papua. Jadi, jika Presiden Jokowi mau Natal di sini, datang kepada rakyat, jangan dipolitisasi dengan berbagai macam alasan, apalagi telah punya pengalaman dua kali ke Papua," katanya.
Thaha menyampaikan bahwa pada kesempatan itu, ia mengusulkan agar jika nanti memimpin bangsa dan negara Indonesia, pertama kali yang harus diubah adalah cara pandang Jakarta kepada orang Papua.
"Jadi, selama pandang orang Papua sebagai musuh, separatis, bodoh, jahat, pemalas, dan pemabuk, maka hal itu tidak akan menyelesaikan masalah di Papua," katanya.
Sebagai presiden, kata dia, Jokowi berhak datang dan berkunjung ke mana saja di negara ini.
"Tapi, kalau Jokowi mau ke Papua, upayakan bertemu dengan rakyat secara alamiah, itu yang pertama. Kedua, ini suasana Natal penuh kedamaian, jangan taruh mobil lapis baja, penjagaan di mana-mana, beri ruang cukup bagi rakyat Papua bertemu dengan presiden mereka, Pak Jokowi," katanya.
Selain mengusulkan untuk penyelesaian masalah Papua secara damai dengan dialog atau komunikasi yang konstruktif, Thaha juga mengusulkan agar Presiden Jokowi membebaskan para tahanan atau narapidana politik, serta menghidupkan kembali UU Otsus terkait Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi.
"Jika ini dilakukan, baru orang Papua percaya bahwa Presiden Jokowi punya komitmen, ada perspektif penyelesaian damai yang baik. Tapi, kalau hanya janji, sama saja tidak menyelesaikan," katanya.
Presiden Joko Widodo direncanakan menghadiri Perayaan Natal Nasional 2014 di Lapangan Lanud Sentani, Kabupaten Jayapura, pada 27 Desember.
Presiden juga dijadwalkan meresmikan sejumlah pasar, berkunjung ke Wamena, dan bertemu sejumlah tokoh Papua. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual
-
Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran