Suara.com - Tim CLS Knights Surabaya sukses mepecundangi tuan rumah Garuda Kukar Bandung, 61-59 pada pertandingan seri dua kompetisi bola basket tertinggi di Indonesia, Speedy National Basketball League (NBL) Indonesia, di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2014).
Bagi CLS, kemenangan yang diraih ini pantas dibanggakan. Selain mampu memperpanjang rekor kemenangan, juga mampu membawa tim kebanggaan warga Surabaya ini bertengger di posisi empat klasemen sementara.
Berdasarkan laman resmi NBL, kemenangan yang diraih oleh Mario Wuysang dan kawan-kawan terbilang cukup dramatis. CLS dikuarter pertama harus mengakui keunggulan tim tuan rumah yang dimotori oleh Wendha Wijaya dengan skor 16-18. Kondisi berbeda terjadi dikuarter kedua, CLS berbalik unggul menjadi 29-25.
Dalam kondisi tertinggal, anak asuh Tjetjep Firmansyah berusaha mengusai jalannya pertandingan. Namun, upaya yang dilakukan selalu tertahan dengan ketatnya pertahanan CLS yang dimotori oleh Dimaz Muhari. Dampaknya, Garuda harus kembali menyerah dikuarter tiga dengan skor 51-41.
Tak ingin malu di kandang, Garuda Bandung berusaha meningkatkan tempo permainan pada kuarter empat. Bahkan, anak asuh Tjetjep Firmansyah sempat menyamakan skor menjadi 53-53. Saling kerja perolehan poin terus terjadi. Hanya saja, CLS lebih beruntung dan mengakhiri pertandingan dengan skor 61-59.
"Anak-anak kurang memahami situasi tiap detik pertandingan. Entah ketika kuarter awal atau akhir, saat mendapat rebound, maupun saat hendak menembak. Itulah penyebab kekalahan kami hari ini," kata pelatih Garuda, Tjetjep Firmansyah.
Hasil positif juga didapat oleh juara bertahan NBL Indonesia, M88 Aspac Jakarta. Anak asuh Rastafari Horongbala itu sukses mengandaskan NSH GMC GSBC Jakarta dengan skor 94-47. Kemenangan ini, untuk sementara membawa Mario Gerungan dan kawan-kawan ke puncak klasemen.
Dengan meraih kemenangan saat menghadapi NSH GMC GSBC Jakarta, M88 Aspac Jakarta sukses menyapu bersih semua pertandingan seri dua. Sebelumnya, Xaverius Prawiro dan kawan-kawan mampu mengalahkan JNE BSC Bandung Utama, 64-56 dan Pacific Caesar Surabaya, 90-52.
Hasil positif M88 Aspac di seri Bandung disambut dengan baik oleh pelatih Rastafari Horongbala. Namun, mantan pelatih Pelita Jaya itu mengaku belum sepenuhnya puas dengan performa anak asuhnya.
"Namun, saya belum menemukan gambaran permainan terbaik seperti yang diharapkan. Jeda yang lumayan panjang antara seri ini (Bandung) dengan seri selanjutnya (Seri III Malang) akan kami maksimalkan untuk memperbaiki beberapa kekurangan," katanya.
Sementara itu, pada pertandingan lainnya Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta mampu menahan laju tim yang mulai agresif sejak seri pertama yaitu Satya Wacana ACA LBC Salatiga. Tim yang dibesut Antonius Ferry Rinaldo bahkan mampu mencetak rekor setelah mampu mengalahkan lawan dengan skor 101-48. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat
-
Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar
-
Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang
-
Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan
-
Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo