Suara.com - Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) memanggil tiga petinju untuk masuk dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) persiapan menghadapi SEA Games Singapura 2015.
Ketua Bidang Teknik dan Kepelatihan PP Pertina, John Amanupunyo, saat dihubungi Selasa (16/12/2014), mengatakan bahwa ketiga atlet yang dipanggil mengikuti Pelatnas adalah Imaculata Loda (NTT/kelas 57kg putri), Ester (Maluku/kelas 54kg putri), serta Ari Agustin (Kalimantan Barat/kelas 56kg) yang sebelumnya sempat dicoret dari Pelatnas.
"Imaculata dan Ester telah membuktikan dirinya di dua ajang, yakni Kejurnas Elite Makassar dan STE Medan. Khusus Ari Agustin, memang kembali kita panggil untuk bergabung. Kami juga memberikan waktu bagi Ari untuk bisa membuktikan kualitasnya," jelas John.
Untuk Ari, menurut John lagi, PP Pertina memang memberikan beberapa persyaratan yang dituangkan dalam sebuah kesepakatan "hitam di atas putih". Intinya adalah jika Ari gagal menunjukkan kemampuannya dalam beberapa bulan ke depan, maka ada konsekuensi dia dicoret.
Sementara itu untuk Imaculata, menurut John, tetap diakomodir meskipun di kelasnya sudah ada petinju Pelatnas lain yakni Cristina Jembay asal Papua Barat. Keduanya disebut akan memiliki peluang yang sama mewakili Indonesia di ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
PP Pertina sendiri disebut tetap mempertahankan Cristina, karena meski kalah saat tampil di Kejuaraan Dunia Wanita 2014 di Korea Selatan (Korsel) lalu, dia tetap mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hal serupa juga berlaku di kelas 54 kg yang tetap dihuni dua atlet Pelatnas, yakni Noberta (Papua Barat) serta Ester yang baru saja dipanggil.
"Kami berharap dengan kondisi dua atlet di sejumlah kelas, akan membuat persaingan lebih ketat. Ini juga akan memberikan motivasi bagi atlet untuk memperebutkan satu jatah memperkuat timnas di SEA Games 2015," pungkas John. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi