Suara.com - Shamsail Saraliyev, anggota parlemen Rusia mengajukan aturan untuk melarang media menulis kalimat teroris Islam atau militan Islam dalam pemberitaannya. Menurut Shamsail, penulisan kalimat tersebut akan memberikan pandangan yang berbeda tentang Islam.
Berdasarkan laporan harian Izvetia, sejumlah anggota parlemen Rusia juga mendukung larangan tersebut. Saraliyev merupakan anggota parlemen yang berasal dari Chechnya dan sebelumnya menjabat sebagai Menteri Hubungan Eksternal, Kebijakan Etnis dan Informasi di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam itu.
Dia mengatakan, media massa cenderung menggunakan kalimat seperti teroris Islam, jihadis dan militan Islam dalam menulis pemberitaan tentang aksi teror yang dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi dengan agama tertentu.
“Ekspresi itu membuat orang bisa mengambil kesimpulan bahwa Islam dan teroris adalah hal yang sama. Orang umum secara otomatis akan mengasosiasikan Islam dengan bandit, pembunuh dan teroris,” jelasnya.
Salah satu contohnya adalah mereka yang menjadi pendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
“Mereka menyebut diri mereka Negara Islam tetapi mereka melakukan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Islam. Di mata mereka, Islam hanya dijadikan sebagai kedok untuk menutupi niat jahatnya,” lanjutnya. (RT)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat
-
Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga
-
Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati
-
PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai
-
Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!
-
Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum