Suara.com - Menyambut Hari Ibu Nasional yang akan jatuh pada 22 Desember 2014 besok, sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Perempuan Bangsa (PB), mengadakan aksi damai di Car Free Day (CFD) kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
"Kami dari perempuan bangsa, kami hadir ditengah-tengah masyarakat, jadi kami ingin menyuarakan hari ibu karena besok tanggal 22 Desember adalah hari ibu," ucap ketua umum Perempuan Bangsa (PB) Siti Masrifah, di area Bunderan HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/12/2014).
Aksi yang diorganisir oleh organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu diikuti massa beratribut serba hijau. Dalam aksinya, mereka membentangkan beragam spanduk-spanduk dengan aneka tulisan, seperti "Janda Juga Manusia" dan "Stop Kekerasan Terhadap Perempuan".
"Kita tahu selama ini surga yang dekat adalah ibu karena itu pada kesempatan kali ini kita ingin ibu itu mendapatkan porsi sebagaimana dia bukan hanya perempuan yang kemudian dimanfaatkan untuk 24 jam sebagai ibu rumah tangga tetapi tentu mendapatkan penghargaan lebih karena sesungguhnya ibu rumah tangga itu pekerjaan yang paling mulia," jelas Siti Masrifah.
Aksi itu, tambah siti, juga digelar sebagai bentuk penolakan terhadap segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, perdagangan perempuan dan mendorong regulasi yang pro perempuan serta revisi regulasi gender.
Mewakilkan para perempuan, mereka juga ingin adanya peningkatan program pemberdayaan ekonomi perempuan terutama di pedesaan dan masyarakat menengah ke bawah.
Berita Terkait
-
35 Ucapan Hari Ibu Sedunia Tanggal 10 Mei 2026 yang Penuh Haru
-
30 Ucapan Mothers Day 2026 Singkat dan Menyentuh Hati untuk Ibu Tersayang
-
10 Mei Hari Apa? Ternyata Banyak Perayaan dalam Sehari
-
Sentil Realita Seorang Ibu di Indonesia, Arumi Bachsin Minta Jangan Abaikan Kebahagiaan Perempuan
-
Rayakan Mother's Day, Beda Perlakukan Al Ghazali dan Atta Halilintar ke Ibu Sambung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat