Suara.com - Mahkamah Partai Golkar hasil Munas VIII Riau tahun 2009 menolak menyelesaikan kisruh partai berlambang beringin. Bagi Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas di Jakarta Agung Laksono, sikap mahkamah sudah tepat.
Agung menjelaskan hasil Munas di Riau sudah demisioner lantaran munas tahun ini sudah dilaksanakan. Dengan demikian, produk munas tahun itu tidak bisa menyelesaikan kisruh Partai Golkar yang terjadi sekarang.
"Produk terkait hasil Munas Riau sudah dinyatakan demisioner, atau dimatikan, dengan adanya Munas Bali maupun di Jakarta. Tidak ada keterangan tertulis dr pemerintah yang mendorong ke arah tersebut (penyelesaian lewat Majelis Partai). Menjadi sulit kalau itu dijalankan juga," kata Agung di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (24/12/2014).
Menurut Agung upaya yang terbaik untuk menyelesaikan perpecahan di Golkar ialah islah dengan juru runding yang sudah dibentuk masing-masing kubu.
Agung mengatakan hal itu juga sesuai dengan anjuran Kementerian Hukum dan HAM agar masalah Golkar diselesaikan lewat rekonsiliasi.
"Ya sudah, kita tidak gunakan jalur itu (Majelis Partai). Kita jalankan saja islah, kami akan laporkan ke Kemenkumham (hasilnya). Hal itu (islah) dilaksanakan sesuai surat itu," kata dia.
Seperti diketahui, Golkar punya dua pengurus. Hasil Munas Bali mengesahkan pengurus yang diketuai oleh Aburizal Bakrie dan produk Munas Jakarta menghasilkan kepengurusan yang dipimpin oleh Agung Laksono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Nestl Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi, Dukung Upaya Pencegahan Stunting
-
Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah
-
NATO Retak: Trump Ngambek Spanyol Ogah Bantu Perang Lawan Iran
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang