Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang laut di lokasi pencarian badan pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata mencapai 1,5-3 meter.
"Gelombang laut 1,5-3 meter, cuaca di lokasi juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," kata Kabid Informasi Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab di Jakarta, Senin (5/1/2015).
Menurut Fachri, potensi hujan tersebut akan berlangsung pada siang hingga sore hari, sehingga cuaca cukup kondusif bagi Tim SAR untuk melakukan pencarian di pagi hari.
Hingga hari ke sembilan pencarian jatuhnya pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura tersebut masih berlangsung.
Tim SAR gabungan saat ini fokus mencari bangkai pesawat dan korban tepatnya di Teluk Kumai Pangkalan Bun Provinsi Kalimantan Tengah.
Sebelumnya pencarian terkendala cuaca yang buruk dan gelombang tinggi sehingga tim harus berhati-hati bahkan harus menghentikan sementara evakuasi sambil menunggu cuaca membaik.
Pencarian juga diperkuat pesawat dan kapal dari negara sahabat serta penyelam.
Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan tim telah berhasil menemukan 34 jenazah korban dan sudah dievakuasi ke Pangkalan Bun serta Surabaya untuk identifikasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah