Suara.com - PDI Perjuangan terancam mengalami pembusukan apabila kalangan internal partai tidak bisa memodernisasi diri dan tetap memaksakan Megawati Soekarnoputri menjadi ketua umum seumur hidup.
"Imbas politiknya, lama-lama PDI-P menjadi busuk apabila tidak bisa memodernisasi internal dengan tetap mengusung Megawati (sebagai ketua umum kembali, red.)," kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago, Sabtu (10/1/2015) pagi.
Pangi menilai modernisasi di internal PDI-P mungkin bisa terganggu apabila partai itu tetap "ngotot" memaksakan Megawati menjadi ketua umum seumur hidup. Menurut dia, Megawati adalah ketua umum terlama di Indonesia dan hal tersebut menjadi catatan penting terkait dengan regenerasi kepemimpinan partai.
"Partai politik sebagai pilar demokrasi, namun jangan sampai partai bergeser tidak terkendali menjadi oligarki," ujarnya.
Dia merujuk pendapat ilmuan politik Robert Dahl, yang mengingatkan indikator demokrasi misalnya memastikan berjalannya rotasi kekuasaan, rekruitmen terbuka dan akuntabilitas. Parpol, ujarnya, sering memaksa negara menjadi demokratis namun terkadang partai sendiri membangun oligarki kepartaian.
"Wajah parpol demokrasi namun praktiknya sangat oligarki, jangan sampai partai seperti perusahaan yang memiliki saham. Partai tidak boleh menajdi milik sekelompok golongan," katanya.
Pangi juga merujuk pendapat ilmuan politik Robert Micheil yang melihat peran elite dalam partai politik "hukum besi oligarki" yang dapat muncul dalam suatu partai politik yang semakin maju dan semakin besar organisasinya. Menurut dia, di parpol apapun selalu ada kelompok kecil yang kuat, dominan dan mampu mendiktekan kepentingan sendiri.
"Seringkali pemimpin partai lebih menyuarakan kepentingan pribadi dan memanipulasi atas nama kepentingan partai, tujuan memperoleh kekuasaan dan kedudukan politik agar bisa melaksanakan kebijaksanaan partai," katanya.
Namun dia mengapresiasi sikap kenegarawanan Megawati menunjuk Joko Widodo maju menjadi calon presiden dalam Pemilu Presiden 2014. Hal itu, katanya, sebagai membanggakan dalam melakukan modernisasi kepartaian, yaitu mengajukan calon presiden bukan dari trah Soekarno.
"Pascapemilu 2009, seharusnya menjadi titik balik modernisasi partai politik," katanya.
Menurut Pangi, partai politik di Indonesia pada awal era reformasi masih tergantung pada sosok figur tokoh sentral, seperti Amin Rais, Megawati Soekarnoputri, Abdurrahman Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono, Wiranto, dan Prabowo Subianto. Namun, katanya, seharusnya parpol tidak lagi tergantung sepenuhnya pada kharisma figur tokoh sentral, tetapi bergantung pada sistem parpol yang dibangun secara modern dan hal itu yang sedikit terlupakan. (Antara)
Berita Terkait
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Megawati Singgung Wajah Baru TIM: Dulu Milik Rakyat, Kini Terasa Borjuis
-
30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Ahli Hukum: Status Tersangka Raudi Akmal Berpotensi Gugur karena Cacat Prosedur
-
IHSG Meroket ke Level 6.400 di Sesi I, Saham Bakrie Berjaya
-
Prabowo Gelar Rapat Khusus Koperasi Desa Merah Putih, Sejumlah Menteri Dipanggil ke Istana
-
5 Rekomendasi Sunscreen Lokal untuk Usia 50 Tahun sesuai Review, Bye-bye Flek Hitam
-
Sunscreen Wardah untuk Usia 30 Tahun yang Mana? Ini 8 Pilihan Sesuai Klaim
-
Mengapa Publik Lebih Percaya Damkar daripada Aparat Penegak Hukum?
-
Di Mana Tempat Beli Sepatu Lari Hoka Ori? Ini 7 Rekomendasi Tokonya di Indonesia
-
Hadapi Suhu yang Kian Panas, Anak SD Diajak Merancang Sekolah yang Lebih Sejuk
-
RUU HAM Ditargetkan Rampung 2026, Pemerintah Klaim Prosesnya Terbuka untuk Publik
-
3 HP Murah Tecno Terbaik Budget Rp1-2 Jutaan, Fitur Lengkap Sesuai Review