- Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan banyak anggota DPR RI merupakan lulusan pendidikan nonformal seperti Paket C.
- PKBM dinilai krusial mengatasi angka putus sekolah akibat faktor ekonomi, budaya, dan geografis di Indonesia.
- Pemerintah akan memperluas layanan PKBM, mengintegrasikannya dengan keterampilan, serta memperketat pengawasan administrasi BOP.
Suara.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Mendikdasmen Abdul Mu’ti melontarkan pernyataan menarik dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Senayan.
Dia mengungkap, mayoritas anggota DPR RI adalah lulusan pendidikan nonformal seperti Paket C.
Hal itu diungkap Abdul Mu'ti saat rapat di DPR, Selasa (21/1) pekan lalu.
Dalam forum tersebut, Mu’ti menyoroti vitalnya peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan program pendidikan kesetaraan dalam struktur pendidikan nasional.
Secara blak-blakan, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa jalur pendidikan nonformal seperti Paket C bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata.
Ia menyebutkan bahwa banyak figur publik, termasuk mereka yang kini duduk di kursi parlemen, merupakan produk dari sistem pendidikan kesetaraan tersebut.
“Paling banyak itu ya lulusan Paket C. Banyak juga anggota dewan yang lulusan Paket C," kata Abdul Mu’ti.
Pernyataan tersebut seketika memicu gelak tawa dari para peserta rapat,.
Tapi di balik itu, terdapat pesan serius mengenai aksesibilitas pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sekolah di Sumbar-Sumut Mulai Normal 100 persen, di Aceh Baru 95 persen
Solusi Realistis di Tengah Tingginya Angka Putus Sekolah
Pernyataan Mu’ti bukan sekadar seloroh politik. Hal ini menjadi pembuka untuk membedah tantangan besar yang dihadapi Indonesia: angka putus sekolah yang masih memprihatinkan.
Menurut Mu’ti, keberadaan PKBM menjadi sangat krusial karena masih banyak anak bangsa yang tidak mampu menyelesaikan pendidikan formal di sekolah reguler.
Ia menganalisis, penyebab tingginya angka tidak sekolah di Indonesia bersifat multidimensional.
Masalahnya tidak hanya terpaku pada faktor ekonomi atau kemiskinan semata. Ada faktor kultural dan geografis yang sangat dominan, terutama di daerah-daerah terpencil.
"Misalnya persoalan pernikahan dini dan atau keterbatasan akses pendidikan terutama di wilayah-wilayah tertentu."
Berita Terkait
-
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sekolah di Sumbar-Sumut Mulai Normal 100 persen, di Aceh Baru 95 persen
-
Sekolah Tanpa Hukuman? Begini Arah Baru Disiplin ala Abdul Muti
-
Menteri Abdul Muti Resmi Menghapus Sanksi Sebagai Efek Jera di Sekolah
-
Pendidikan Tak Boleh Terhenti! Kemendikdasmen Terbitkan SE Pasca-Bencana
-
Sekolah di Tiga Provinsi Sumatra Kembali Normal Mulai 5 Januari, Siswa Boleh Tidak Pakai Seragam
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
170.000 Dokumen Rahasia Serangan 9/11 Dirilis Walikota Zohran Mamdani, Isinya Kebohongan Pejabat
-
30 Kali Teror Perempuan di Jalan Sepi, Pria Eksibisionis di Gresik Diciduk Berkat Keberanian Korban
-
Siap Tutup Majelis Dzikirnya, MUI Bekasi Bakal Bina Abah Setu: Jangan Benci Orangnya
-
Wajan Stainless Steel yang Bagus Merk Apa? Ini Tips Memilih dan Rekomendasinya
-
New Balance 530 Sepatu Lari atau Fashion? Ini Penjelasannya
-
Cetak 6 Gol 1 Pertandingan, Thierry Henry Bongkar Kengerian PSG yang Bikin Lawan Tak Berkutik
-
Sarapan Sebaiknya Makanan Manis atau Gurih? Ini Pilihan yang Lebih Baik
-
Pasar Mobil Bensin China Merosot 40 Persen pada Agustus 2026
-
Erupsi Anak Krakatau Berdampak Terhadap Konektivitas dan Distribusi di Aceh
-
Sekolah Ditutup karena Kabut Asap, Pekerja Malaysia Protes: Kami Bernapas Pakai Insang?