- Eks Wamenaker Noel bantah terima uang dan tahu soal korupsi K3.
- Ia didakwa terima gratifikasi Rp3,3 miliar dan satu unit motor Ducati.
- Noel juga didakwa ikut memeras Rp70 juta dari total Rp6,5 miliar.
Suara.com - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, membantah menerima uang hasil pemerasan selama menjabat. Ia bahkan mengaku tidak mengetahui kepanjangan dari K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), yang menjadi pokok perkara dalam kasus yang menjeratnya.
"Boro-boro nerima, tahu juga kagak. Singkatan dari K3 saja saya tidak mengerti," kata Noel usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1/2026).
Noel menambahkan, ia baru mulai menjabat pada Oktober 2024 dan langsung ditugaskan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menangani persoalan Sritex, bukan urusan K3.
Didakwa Terima Gratifikasi Rp3,3 Miliar dan Motor Ducati
Dalam persidangan sebelumnya, jaksa KPK mendakwa Noel telah menerima gratifikasi senilai total Rp3,3 miliar dan satu unit sepeda motor Ducati Scrambler. Gratifikasi tersebut diduga diberikan oleh ASN Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta terkait jabatannya sebagai Wamenaker.
Atas perbuatannya, Noel didakwa melanggar Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).
Selain gratifikasi, Noel juga didakwa turut serta melakukan pemerasan sebesar Rp70 juta dari total nilai pemerasan **Rp6,5 miliar** dalam pengurusan sertifikasi K3.
Jaksa menyebut, Noel bersama delapan pejabat Kemnaker lainnya telah memaksa para pemohon sertifikasi K3 untuk membayar sejumlah uang. Sebagian besar uang hasil pemerasan tersebut diduga dinikmati oleh para pejabat lain di lingkungan Kemnaker, sementara Noel disebut menerima Rp70 juta.
Atas dakwaan pemerasan ini, Noel dijerat dengan Pasal 12 huruf b UU Tipikor.
Berita Terkait
-
KPK Panggil Staf Ahli Menhub Dudy Purwagandhi di Kasus DJKA
-
Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
-
KPK Ungkap Celah Tata Kelola Partai, Soroti Ketiadaan Pengawas Kaderisasi
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Peringatan Hari Otonomi Daerah: Wamendagri Bima Dorong Tata Kelola Pemerintahan Efektif dan Efisien
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Ini Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Reshuffle Kabinet: 6 Pejabat yang Diprediksi Masuk Pusaran Pelantikan
-
Cerita Dudung Ngaku Ditelepon Seskab Teddy ke Istana: Saya Prajurit, Harus Siap
-
Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran
-
Sahroni Dukung Usul KPK Batasi Uang Tunai di Pemilu: Asal Koridor Jelas dan Tidak Tebang Pilih
-
Jelang Reshuffle, 6 Tokoh Datangi Istana: Dudung, Qodari hingga Jumhur Siap Dilantik?
-
Hadir Sejak Siang, Ini Daftar 6 Pejabat yang Bakal Dilantik Prabowo Sore Ini
-
Bongkar Kasus Korupsi Kakap, Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Inspirasi Tokoh Muda Jambi
-
KPK Panggil Staf Ahli Menhub Dudy Purwagandhi di Kasus DJKA