Suara.com - Seorang anggota Direktorat Sabhara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Dua Muhammad Taufiq Hidayat (20) bersama ayah dan adiknya selama ini tinggal di sebuah kandang sapi di Dusun Jongke, Tengah, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.
"Saya bersama ayah dan dua adik sudah dua tahun ini menempati bekas kandang sapi yang berukuran 4x7 meter," katanya di Sleman, Rabu (14/1/2015).
Ia mengaku hal itu dilakukan karena keadaan ekonomi keluarga yang kekurangan.
"Ya saya berharap setelah menjadi anggota polisi ini, lambat laun dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, dan mengubah keadaan," katanya.
Ia mengatakan sebenarnya bangunan kandang sapi yang sudah banyak rusak pada dinding dan bocor pada atapnya tersebut tidak cukup untuk ditempatinya bersama ayah dan dua adiknya.
"Apalagi pada musim hujan ini saya juga khawatir dengan kondisi tempat tinggal ini," katanya.
Polisi yang akrab disapa M Taufiq ini mengatakan terkadang dirinya juga harus berjalan kaki untuk berangkat ke tempat tugas di Mako Polda DIY yang berjarak sekitar lima kilometer.
"Ya kalau tidak naik angkutan umum ya jalan kaki pulang-pergi untuk berangkat dinas," katanya.
Sementara itu, Direktur Sabhara Polda DIY Kombes Pol Yulza Sulaiman mengatakan dirinya bangga dengan M Taufiq yang menjadi tulang punggung ayah dan dua adiknya.
"Ini kami harapkan dapat menjadi motivasi bagi rekan-rekannya," katanya.
Ia mengatakan Taufiq merupakan pribadi yang memiliki kemauan keras di tengah kondisinya yang masih memprihatinkan.
"Meski hidup dalam keprihatinan, namun Taufiq tidak pernah merasa minder di antara teman-temannya sesama anggota Direktorat Sabhara," katanya.
Menurut dia, menjadi anggota Polri adalah sebuah kebanggaan bagi M Taufiq.
"Dari kesederhanaannya, ia memiliki mimpi besar untuk dapat mengubah nasibnya dan membahagiakan keluarganya," tutup Yulza. (Antara)
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara