- Arief Hidayat menyatakan optimisme terhadap Adies Kadir sebagai suksesor Hakim MK meskipun latar belakangnya politisi.
- Adies Kadir harus mengubah peran dari mengakomodasi kepentingan golongan menjadi penjaga konstitusi negara.
- Sistem kerja MK yang transparan, akuntabel, dan kolektif-kolegial akan mencegah independensi hakim melemah.
Suara.com - Pensiunan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat, memberikan sinyal positif atas terpilihnya Adies Kadir sebagai suksesornya.
Meski berangkat dari latar belakang politisi, Adies dinilai memiliki rekam jejak dan kompetensi yang mumpuni untuk mengemban amanah sebagai "pengawal" konstitusi.
"Saya kira Pak Adies Kadir itu seorang politikus yang ulung, seorang yang sudah mempunyai kompetensi," ujar Arief saat ditemui usai acara Wisuda Purnabakti Hakim MK di Gedung Sidang Pleno I MK, Jakarta, Rabu (4/2/2025).
Arief menekankan bahwa transisi peran dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke Mahkamah Konstitusi bukanlah perkara sederhana.
Adies Kadir, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, kini harus menanggalkan kepentingan golongan demi tegaknya konstitusi.
"Tinggal sekarang Pak Adies berpindah fungsi, kalau di sana adalah (DPR) pembuat Undang-Undang, yang mengakomodasikan seluruh kepentingan-kepentingan masyarakat dan kepentingan-kepentingan berbagai golongan. Kalau sekarang sudah di Mahkamah Konstitusi tugasnya berbeda menjaga konstitusi, menjaga ideologi negara," tegas Arief.
Ia meyakini dengan pengalaman panjang Adies di bidang hukum, transisi tersebut dapat berjalan dengan baik.
"Dengan dasar kompetensi dan pengalaman selama ini saya kira itu bisa kita harapkan dengan baik," tambahnya.
Menepis Isu Pelemahan MK
Baca Juga: Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
Masuknya figur dari panggung politik ke dalam jajaran hakim konstitusi kerap memicu kekhawatiran publik akan melemahnya independensi lembaga.
Namun, Arief Hidayat menegaskan bahwa sistem di MK telah dirancang sedemikian rupa untuk mencegah dominasi individu.
Menurutnya, MK memiliki mekanisme kerja yang transparan, akuntabel, dan mengedepankan prinsip kolektif-kolegial.
"Dia (Adies Kadir) akan terbawa pada sistem apa yang sudah dibangun oleh mahkamah konstitusi karena sistem yang dibangun oleh Mahkamah Konstitusi adalah sistem yang sangat transparan, akuntabel, dan bersifat kolektif-kolegial," ungkapnya.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa sifat kolektif-kolegial memastikan setiap putusan diambil secara bersama-sama. Tidak ada ruang bagi hakim untuk bertindak seenaknya karena setiap langkah terikat oleh kesatuan moral yang kuat.
"Kita tidak bisa menentukan sendiri-sendiri dan bertindak sendiri-sendiri. Kita diikat oleh kesatuan kode etik, kesatuan moral, kesatuan hukum, dan kita harus pertanggungjawabkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Jadi, kita tidak bisa seenaknya," pungkas Arief menutup pembicaraan. (Antara)
Berita Terkait
-
Misbakhun Masuk Radar Bos OJK, Hasan Fawzi: Terbuka Buat Semua!
-
Profil Mukhamad Misbakhun: Ketua Komisi XI DPR RI, Calon Ketua OJK?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat