Suara.com - Ada tayangan yang tidak biasa di NOS, sebuah saluran televisi asal Belanda, malam ini. Seorang pemuda dengan pistol terhunus tiba-tiba muncul di dalam studio dan memaksa agar dirinya tampil di televisi.
NOS tiba-tiba berhenti mengudara selama satu jam setelah pemuda bersetelan serba hitam merebut kendali studio televisi tersebut. Namun, sesaat setelah si pemuda masuk, kamera masih terus menyorot semua adegan di dalam studio. Bahkan, kamera masih hidup ketika sekelompok polisi merangsek masuk dan melumpuhkan pemuda tersebut.
Berdasarkan laporan dari seorang reporter televisi, si pemuda mengklaim dirinya adalah anggota sebuah kelompok hacker (peretas) yang bekerja untuk badan intelijen Belanda. Setelah si pemuda yang diyakini berusia 19 tahun itu diringkus, rekaman aksi si pemuda dalam studio disiarkan ke seluruh negeri.
Tidak ada yang tertembak atau terluka dalam insiden tersebut. Insiden tersebut sempat mengganggu program berita sore televisi NOS.
Menurut keterangan polisi, pemuda itu menuntut agar dirinya bisa tampil di tayangan televisi. Ia mengancam bahwa akan ada bom yang meledak di beberapa tempat di Belanda jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Sambil mengenakan jas dan dasi hitam, pemuda tersebut masuk ke dalam studio setelah mengancam penjaga dengan sepucuk pistol yang ia bawa. Tidak jelas bagaimana pemuda tersebut bisa menembus penjagaan ketat yang ditingkatkan menyusul rentetan serangan di Paris awal bulan ini. (Dailymail)
Berita Terkait
-
Ancaman Siber Mobil Modern Ternyata Lebih Mengerikan dari Sekadar Aksi Peretasan di Film
-
Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan
-
Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum